Podcast
Questions and Answers
Apa yang menjadi fokus utama dalam laboratorium kimia?
Apa yang menjadi fokus utama dalam laboratorium kimia?
- Menyediakan sarana untuk pendidikan dan penelitian saja.
- Menyediakan sarana untuk pendidikan, penelitian, pelayanan, dan pengujian mutu. (correct)
- Menyediakan sarana untuk pelayanan dan pengujian mutu saja.
- Menyediakan peralatan canggih yang mahal.
Praktikan diperbolehkan terlambat lebih dari 15 menit tanpa alasan yang jelas saat praktikum.
Praktikan diperbolehkan terlambat lebih dari 15 menit tanpa alasan yang jelas saat praktikum.
False (B)
Sebutkan minimal tiga alat yang diperlukan selama praktikum berlangsung.
Sebutkan minimal tiga alat yang diperlukan selama praktikum berlangsung.
Handuk kecil, gunting, lem, korek api, dan sabun cuci tangan
Apa yang harus dilakukan praktikan jika menemukan alat kaca yang rusak saat meminjam?
Apa yang harus dilakukan praktikan jika menemukan alat kaca yang rusak saat meminjam?
Mengapa praktikan tidak diperbolehkan makan, minum, dan merokok di laboratorium?
Mengapa praktikan tidak diperbolehkan makan, minum, dan merokok di laboratorium?
Praktikan diperbolehkan mereaksikan bahan kimia apa saja asalkan sudah meminta izin dari teman sesama praktikan.
Praktikan diperbolehkan mereaksikan bahan kimia apa saja asalkan sudah meminta izin dari teman sesama praktikan.
Setelah selesai praktikum, mahasiswa wajib membersihkan meja praktikum masing-masing tanpa mengandalkan mahasiswa yang ______.
Setelah selesai praktikum, mahasiswa wajib membersihkan meja praktikum masing-masing tanpa mengandalkan mahasiswa yang ______.
Apa yang harus dilakukan jika selama praktikum memecahkan alat kaca?
Apa yang harus dilakukan jika selama praktikum memecahkan alat kaca?
Mengapa penting untuk menyerahkan data/laporan sementara kepada asisten dosen?
Mengapa penting untuk menyerahkan data/laporan sementara kepada asisten dosen?
Mahasiswa boleh meninggalkan laboratorium kapan saja tanpa izin, asalkan sudah menyelesaikan praktikum.
Mahasiswa boleh meninggalkan laboratorium kapan saja tanpa izin, asalkan sudah menyelesaikan praktikum.
Pasangkan alat-alat laboratorium berikut dengan fungsinya yang tepat:
Pasangkan alat-alat laboratorium berikut dengan fungsinya yang tepat:
Bagaimana cara yang benar untuk membaui gas di laboratorium?
Bagaimana cara yang benar untuk membaui gas di laboratorium?
Jelaskan mengapa pengenceran asam sulfat pekat (H2SO4) harus dilakukan dengan menuangkan asam ke dalam air, bukan sebaliknya.
Jelaskan mengapa pengenceran asam sulfat pekat (H2SO4) harus dilakukan dengan menuangkan asam ke dalam air, bukan sebaliknya.
Apa tujuan dari penyaringan dalam percobaan di laboratorium?
Apa tujuan dari penyaringan dalam percobaan di laboratorium?
Titik akhir titrasi selalu sama dengan titik ekuivalen dalam titrasi asam basa.
Titik akhir titrasi selalu sama dengan titik ekuivalen dalam titrasi asam basa.
Simbol bahaya yang menandakan suatu bahan mudah terbakar adalah?
Simbol bahaya yang menandakan suatu bahan mudah terbakar adalah?
Flashcards
Laboratorium Kimia
Laboratorium Kimia
Sarana penting untuk pendidikan, penelitian, pelayanan, dan uji mutu dalam ilmu kimia.
Tabung reaksi
Tabung reaksi
Alat dari gelas untuk mereaksikan zat kimia dalam jumlah kecil, bisa dipanaskan.
Penjepit tabung reaksi
Penjepit tabung reaksi
Alat dari kayu atau logam untuk menjepit tabung reaksi saat dipanaskan.
Rak tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Signup and view all the flashcards
Pengaduk gelas
Pengaduk gelas
Signup and view all the flashcards
Corong
Corong
Signup and view all the flashcards
Pipa bengkok
Pipa bengkok
Signup and view all the flashcards
Gelas arloji
Gelas arloji
Signup and view all the flashcards
Gelas ukur
Gelas ukur
Signup and view all the flashcards
Gelas piala (beaker glass)
Gelas piala (beaker glass)
Signup and view all the flashcards
Erlenmeyer
Erlenmeyer
Signup and view all the flashcards
labu ukur
labu ukur
Signup and view all the flashcards
Buret
Buret
Signup and view all the flashcards
Pipet gondok
Pipet gondok
Signup and view all the flashcards
Pipet ukur
Pipet ukur
Signup and view all the flashcards
Pipet Pasteur (pipet tetes)
Pipet Pasteur (pipet tetes)
Signup and view all the flashcards
Cawan penguap
Cawan penguap
Signup and view all the flashcards
Botol pencuci
Botol pencuci
Signup and view all the flashcards
Kasa asbes
Kasa asbes
Signup and view all the flashcards
Segitiga porselen
Segitiga porselen
Signup and view all the flashcards
Kaki tiga
Kaki tiga
Signup and view all the flashcards
Statif
Statif
Signup and view all the flashcards
Pengaduk
Pengaduk
Signup and view all the flashcards
Stoikiometri
Stoikiometri
Signup and view all the flashcards
Label atau simbol bahaya
Label atau simbol bahaya
Signup and view all the flashcards
Interaksi antar bahan
Interaksi antar bahan
Signup and view all the flashcards
Pembauan
Pembauan
Signup and view all the flashcards
Menggunakan kacamata
Menggunakan kacamata
Signup and view all the flashcards
Memberi air minum hangat
Memberi air minum hangat
Signup and view all the flashcards
Koefisien stoikiometri
Koefisien stoikiometri
Signup and view all the flashcards
Incompatible
Incompatible
Signup and view all the flashcards
Pertolongan P3K
Pertolongan P3K
Signup and view all the flashcards
pandangan mata
pandangan mata
Signup and view all the flashcards
Study Notes
Tentu, berikut catatan studi dari teks yang diberikan:
Petunjuk Praktikum Kimia Dasar
- Buku ini merupakan petunjuk praktikum kimia dasar berbasis Green Chemistry.
- Perkembangan industri, terutama industri kimia, meningkatkan jumlah limbah dan menurunkan daya dukung alam.
- Buku ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengurangi limbah berbahaya.
Tata Tertib Praktikum
- Mahasiswa wajib mendaftar praktikum melalui tautan yang disediakan.
- Mahasiswa wajib mengetahui K3 Lab melalui tautan yang disediakan.
- Keterlambatan lebih dari 15 menit tanpa alasan akan dianggap tidak hadir.
- Wajib menyiapkan laporan awal, bagan prosedur, dan laporan praktikum.
- Tas harus disimpan di tempat yang telah disediakan.
- Mengisi form kehadiran setiap kali praktikum.
- Membawa alat-alat yang diperlukan seperti handuk kecil, lap, gunting, lem, korek api, dan sabun cuci tangan.
- Meminjam dan memeriksa alat kaca, melaporkan ketidaklengkapan atau kerusakan alat kepada PLP.
- Mahasiswa wajib berpakaian sopan dan memakai jas laboratorium.
- Dilarang makan, minum, dan merokok di dalam laboratorium.
- Tidak boleh bercanda atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan orang lain.
- Tidak mereaksikan bahan kimia tanpa petunjuk yang jelas dan izin dosen/asisten dosen.
- Residu percobaan tak boleh dibuang ke wastafel.
- Menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan laboratorium secara bersama.
- Setelah praktikum, semua alat kaca harus dicuci dan dibersihkan dengan sabun cair/tepol.
- Memeriksa kembali dan mengembalikan alat yang dipinjam kepada PLP.
- Membersihkan meja praktikum masing-masing.
- Melaporkan jika ada alat kaca yang pecah selama praktikum.
- Menyerahkan data/laporan sementara kepada asisten dosen untuk diperiksa oleh dosen pembimbing.
- Meninggalkan laboratorium dengan izin dosen pengampu atau asisten laboratorium.
- Jakarta, Januari 2022, Kepala Laboratorium Kimia: Dr. Moersilah, M.Si.
Keterampilan Dasar di Laboratorium (Percobaan 1)
- Tujuan: Mengenalkan alat sederhana laboratorium dan penggunaannya.
- Laboratorium kimia penting untuk pendidikan, penelitian, pelayanan, dan uji mutu.
- Desain, fasilitas, dan peralatan bervariasi sesuai fungsi laboratorium.
- Keselamatan kerja penting karena penggunaan bahan kimia dan teknik.
Alat Sederhana Laboratorium:
- Tabung Reaksi: Mereaksikan zat kimia dalam jumlah sedikit, dapat dipanaskan, terbuat dari gelas.
- Penjepit: Memegang tabung reaksi saat dipanaskan, terbuat dari kayu/logam.
- Rak Tabung Reaksi: Menempatkan tabung reaksi, terbuat dari kayu/logam.
- Pengaduk: Mengaduk campuran, membantu menuangkan cairan, terbuat dari gelas.
- Corong: Memasukkan cairan ke wadah sempit, membantu penyaringan, terbuat dari gelas.
- Pipa Bengkok: Mengalirkan gas ke tempat tertutup/larutan, terbuat dari gelas.
- Gelas Arloji: Menimbang zat padat kristal, menguapkan larutan sedikit.
- Gelas Ukur: Mengukur volume zat cair (kira-kira), jangan mengukur larutan panas.
- Gelas Piala/Beaker Glass: Tempat larutan, memanaskan, bukan untuk mengukur volume secara tepat.
- Erlenmeyer: Tempat larutan yang akan dititrasi, dapat dipanaskan, bermaterialkan gelas.
- Labu Ukur: Membuat larutan standar dengan volume tepat, atau pengenceran, memiliki berbagai ukuran.
- Buret: Titrasi, mengeluarkan titrant sedikit demi sedikit, dilengkapi skala dan kran, terbuat dari gelas.
- Pipet Gondok: Mengambil larutan dengan volume tertentu dan tepat.
- Pipet Ukur: Mengambil larutan dengan volume tertentu, dilengkapi skala dan tersedia dalam berbagai ukuran.
- Pipet Pasteur (Pipet Tetes): Mengambil larutan dalam jumlah sedikit.
- Cawan Penguap: Menguapkan larutan, terbuat dari porselen.
- Botol Pencuci: Menyemprotkan air yang keluar bias diatur, dengan pipa, bermaterialkan plastik.
- Kasa Asbes: Alas pemanasan alat kaca berisi cairan agar panas merata, terbuat dari kawat dengan lapisan asbes.
- Segitiga Porselen: Penopang cawan porselen saat dipanaskan, dari keramik.
- Kaki Tiga: Penopang kasa asbes/segitiga porselen, terbuat dari besi.
- Statif: Penyangga buret dengan klem buret, dari besi.
Cara Kerja:
- Pembuatan Gas NH3: Reaksikan amonium klorida dengan natrium hidroksida, kemudian panaskan.
- Deteksi gas dari baunya (jangan menghirup langsung).
- Letakkan kertas lakmus merah dan biru di permukaan tabung untuk mengetahui sifat gas.
- Ambil kristal NH4Cl ± 0,5 g, masukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 3 mL larutan NaOH 2 M.
- Membaui gas dilakukan dengan mengibas-ngibaskan tangan diatas mulut tabung, bukan menghirup langsung.
- Tabung dimiringkan agak condong saat melakukan proses pemanasan
- Pengenceran Larutan dengan Labu Ukur:
- Hitung volume larutan awal yang diperlukan menggunakan persamaan V1M1 = V2M2.
- Buat 50 mL larutan HCI 0,1 M dengan menggunakan pipet gondok, perhatikan miniskus (permukaan cekung dari zat cair) harus tepat menyinggung garis pada pipet gondok.
- Masukkan larutan ke labu ukur, encerkan sampai tanda batas (jangan melebihi).
- Gunakan pipet tetes untuk menambahkannya secara hati-hati.
- Pengenceran H2SO4 Pekat:
- Tuangkan H2SO4 pekat sedikit demi sedikit ke dalam air (jangan sebaliknya).
- Ambil 5 mL air suling dengan menggunakan gelas ukur. Perhatikan bagian bawah dari miniskus, air harus tepat menyinggung skala 5 mL. Pandangan mata harus tepat sejajar dengan tinggi miniskus air. Tuangkan ke dalam tabung reaksi besar.
- Ambil 1 mL H2SO4 pekat dengan pipet ukur (perhatikan miniskus).
- Masukkan H2SO4 pekat ini ke dalam tabung reaksi yang berisi air suling, lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Perhatikan perubahan panas sebelum dan sesudah ditambahkan H2SO4 pekat ke dalam tabung reaksi.
- Penyaringan:
- Metoda separasi untuk memisahkan endapan dari larutan.
- Dilakukan penyaringan PbSO4, yang dibuat dengan reaksi H2SO4 dan Pb-Asetat.
- Tuangkan 5 mL larutan Pb-Asetat 0,1 M dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 1 mL H2SO4 hasil pengenceran di atas. Amati yang terjadi dan catat warnanya.
- Lipat kertas saring menjadi ¼ lingkaran dan masukkan ke dalam corong, basahi dengan air.
- Tuangkan larutan ke corong dengan bantuan pengaduk gelas.
- Titrasi Asam-Basa:
- Reaksi penetralan, menggunakan indikator untuk menentukan titik ekivalen.
- Reaksi penambahan larutan basa ke asam, dan sebaliknya.
- Ambil 10 mL larutan HCl hasil pengenceran percobaan No. 2 dengan menggunakan pipet gondok atau pipet ukur, masukkan ke dalam erlenmeyer 50 mL atau 100 mL.
- Tambahkan 3 tetes indikator PP ke dalam larutan tersebut dan catat warna larutannya.
- Titrasilah larutan ini dengan larutan NaOH 0,1 M yang telah disediakan.
- Catatlah volume larutan NaOH yang digunakan pada saat larutan berwarna merah muda.
- Ulangi titrasi ini hingga diperoleh dua hasil yang tetap (perbedaannya sedikit).
- Hitunglah konsentrasi HCI yang sebenarnya.
Label dan Penyimpanan Bahan Kimia
- Label diperlukan untuk identifikasi cepat dan mudah terhadap bahaya bahan kimia.
- Penyimpanan memerlukan pengetahuan tentang sifat bahaya dan interaksi antar bahan.
- Tanpa perhatian, dapat mengakibatkan kebakaran, ledakan, keracunan, atau kombinasinya.
Label atau Simbol Bahaya:
- Eksplosif: Hindari benturan, gesekan, api, dan panas (contoh: amonium nitrat, nitroselulosa).
- Oksidator: Hindari bahan mudah terbakar dan reduktor (contoh: hydrogen peroksida dan kalium perKlorat).
- Mudah Terbakar: Jauhkan dari campuran dengan udara (contoh: aluminium alkil fosfor).
- Sensitif terhadap air, membentuk gas mudah (Cairan mudah terbakar: Hindari sumber api (contoh: aseton & benzene).
- Jauhkan dari api terbuka (contoh: butane, propane).
- Toksik: Berbahaya jika terhisap, tertelan, kontak kulit, mematikan (Arsen triklorida. Mercuri klorida) Segera berobat ( contoh : arsen triKlorida, merkuri klorida). kontaminasi, pernafasan dan kontak mata (contoh: belerang dioksida & klor).
- Korosif: Berbahaya bagi jaringan tubuh, hindari kontak kulit dan mata (contoh: belerang dioksida dan klor).
- Iritasi: Iritasi pada kulit, mata, alat pernapasan, hindari inhalasi dan kontak langsung (contoh amonia & klorida).
Syarat Penyimpanan Bahan:
- Pengaruh panas/api: Kenaikan suhu dan percikan api dapat berbahaya.
- Pengaruh kelembaban: Zat higroskopis menyerap uap air dan menimbulkan panas.
- Interaksi dengan wadah: Kerusakan atau kebocoran.
- Interaksi antar bahan: Ledakan, kebakaran, atau gas beracun.
Syarat Penyimpanan Berdasarkan Jenis Bahan:
- Bahan Beracun: Dingin, berventilasi, jauh dari api, terpisah, sediakan alat pelindung diri (contoh: Sianida, arsenida, posfor).
- Bahan Korosif: Dingin, berventilasi, wadah tertutup, terpisah dari zat beracun (contoh: asam-asam, anhidrida asam dan alkali).
- Bahan Mudah Terbakar: Suhu dingin dan berventilasi (contoh: Benzena, Aseton, Eter, Heksan dan sebagainya.).
- Bahan Mudah Meledak: Ruangan dingin, berventilasi, jauh dari panas dan api, hindari gesekan atau tumbukan mekanis (contoh: Amonium Nitrat, Nitrogliserin, Trinitrotoluen (TNT).).
- Bahan Oksidator: Suhu dingin, berventilasi, jauh dari api, tidak berguna karena zat oksidator dapat menghasilkan oksigen sendiri (contoh: perchlorate, permanganate, peroxide organik).
- Bahan Reaktif Terhadap Air: Ruangan dingin, kering, berventilasi, kedap air, sediakan pemadam tanpa air (CO2, Halon, dry powder) (contoh: Natrium, hibrida, karbit, nitrida dan lainnya).
- Bahan Reaktif Terhadap Asam: Ruangan dingin & Berventilasi, desain ruangan terhindar kantong hydrogen, sediakan alat pelindung diri (contoh: Natrium, hibrida, sianida).
- Gas Bertekanan: Berdiri tegak, terikat, dingin, tidak terkena matahari langsung, jauh dari panas, dan tidak merusak katup (contoh: gas N2, asetilen, H2, dan Cl2 dalam silinder).
Bahan-Bahan Kimia "Incompatible":
- Bahan yang tidak boleh dicampur dalam penyimpanan.
- Eter, parafin cair, olefin membentuk peroksida.
- Eter tak boleh disimpan lebih dari setahun, kecuali ditambah inhibitor.
- Contoh incompatible materials:
- Sianida + Asam à Asam sianida
- Hipoklorit + Asam à Klor dan asam hipoklorit
- Nitrat + Asam sulfat à Nitrogen dioksida
- Reaktif yang menghasilkan reaksi hebat, kebakaran, atau ledakan, contoh : Amonium nitrat, asam asetat, karbon aktif, asam Kromat, airan Mudah terbakar, hidrokarbon (butana, benzena, benzin, terpentin). kalium permanganate.
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
- Berupa luka bakar, luka pada mata, dan keracunan.
- Selalu diikuti dengan pemberian "antidote" (penangkal) dan pengobatan dokter.
Luka Bakar:
- Bahan Kimia: Lepaskan kontak, cuci dengan air banyak, lalu larutan soda 3% (asam) atau asam asetat 1% (basa), oleskan BOORSALP.
- Panas: Dinginkan dengan air es, oleskan BOORSALP atau asam pikrat 1%.
Luka pada Mata:
- Benda Asing: Ambil hati-hati jika longgar, segera ke dokter jika terikat kuat.
- Bahan Kimia: Cuci dengan air bersih 5-15 menit, lalu bikarbonat 3% (asam) atau asam borat 1-3% (basa).
Keracunan:
- Lewat Pernafasan: Pindahkan korban ke udara segar, bawa ke dokter (contoh : Gas Cl2, HCI, SO2, NH3 dam formadehilda).
- Lewat Kulit: Cuci dengan air, bawa ke dokter
- Lewat Mulut (tertelan): Muntahkan, beri air hangat, lalu air garam, bawa ke dokter dan berikan keterangan tentang jenis bahan kimia penyebab keracunan.
Petunjuk Cara Kerja Laboratorium Kimia:
- Cara membaui zat, cara mengambil larutan, cara melipat kertas saring, cara membaca tinggi larutan dalam gelas ukur, dll.
Stoikiometri (Percobaan 2)
- Stoikiometri: Studi kuantitatif reaktan dan produk dalam reaksi kimia.
- Metode "mol": Koefisien stoikiometrik diartikan sebagai jumlah zat.
- Koefisien reaksi: Angka yang menunjukkan mol zat yang bereaksi.
- Reaksi kimia: Proses perubahan zat reaktan menjadi produk.
- Metode variasi kontinyu untuk mempelajari stoikhiometri.
- Sifat fisika dan sifat kimia : massa, volume dan suhu.
- Percobaan: sifat kimia yang diamati adalah massa dari hasil suatu reaksi antara NAOH dengan CUSO4
Cara Kerja:
- Sediakan 2 gelas kimia 100 mL lalu isi dengan NAOH masih masing sebanyak 10 mL dan 20 mL.
- Ambil lagi 2 gelas kimia, 100 mL lalu isi dengan larutan CUSO4 masih masing sebanyak 40 mL dan 30 mL.
- Tuangkan perlahan-lahan larutan CUSO4 ke larutan NAOH sehingga terjad endapan, dan biarkan beberapa saat sampai endapan turun ke dasar gelas kimia.
- Saring endapan dengan kertas saring yang sudah diketahui beratnya, lalu cuci endapan aquades dan keringkna, kemudian timbang, catat berata endapan dihasilkan;
- Buat grafik yang menunjukan Mol NAOH sebagai sumbx X dan berat endapan sebgai sumbu Y\
- Titik potong garis sebelah kiri dan garis sebelah kanan menunjukan mol NAOH dengan CuSO4
Hukum Kekekalan Massa
- Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Reaksi Kimia (Percobaan 3)
- Transpormasi satu atau lebih zat menjadi zat yang berbeda.
- Dipelajari berbagai reaksi kimia dari beberapa zat yang beraksi.
Cara Kerja:
- Indikator Sebagai Penujuk sifat asam atau basa.
- Reaksi Pembentukan Endapan, endapan (Al, Zn, Ba.
- Reaksi pembetukan gas, pembentukan gas CO2, Pembentukan gas NH3, pembentukan gas 1,2
- Rekasi pembentukan warna.
Termokimia (Percobaan 4)
Tujuan Percobaan
- Menentukan tetapan alat kalorimeter.
- Menetukan kalor yang dihasilkan reaksi netraliasi.
Tetapan Kalorimeter
- Penentuan kalor reaksi penetralann dan AHn untuk menentukan kalor penetralan HCI aques dan NAOH aques.
Pengaruh Perubahan Konsentrasi pada Sistem Kesetimbangan (Percobaan 5)
- Tujuan Experimen,
- Mempelajari pengaruh perubahan konsentrasi kesetimbangan.
Sistem yang Diamati: Fe3+(aq)+SCN+(aq) <-> FeSCN(2Aqu) berwarna merah. Jika jumlah ion FeSCN^(2+) bertambah sedangakn volume larutan tetap,warna larutan menjadi lebih tua. Pada eksperimen ini kita menggunakan tabung reaksi yang sama ukurannya karena intensitas waran laurtan tidak hanya bergantung pdaa konsentrasi zat berwarna mailnkan juga pads dlamnya larutan. Perhattikan gelas uang pernuh denagn air teh warmanya tampak lebih tua jika dilthat dari atas ke bawah dan pads muka ke belakang Lembar Kerja Sistem kesetimangan Konsensratsi salu kornponen diubah Larutan diencerkan
Hubungan Antara Konsentrasi Komponen Dalam Sistem Kesetimbangan (Percobaan 6)
Tujuan Pecobaan
- Mempelajan hubungan antara konsentrasi komponen dalam sistem kesetimbangan
Teori Eksperimen
-
Memeriksa bagaimana hubungan antara konsentrasi komponen do dalam suatu sistem kesetimbangan
-
Sitem yang dipelajari :Fe3+(aq)+SCN(aq) <-> FeSCN(2Aqu)
-
Konsentrasi Komponen
-
Komponen akan diternnukansecara kalorimeti yalhu pengukuran berdasarkan intesitas warna
-
Intensitas warna Larrutan bargantung pass konsenstasi partihkell berwarna dan dalanmanya larutan
-
Dau lautan sulu nal bewwanna yang kosentrasienya beraida wammany ama jika C1xD1=C2xD2
Cara Kerja 1 sedikan 5 tabung reaksi yang ganis tengahnyo sama benkan nonor 12 4 4 dan 5 pada habung-tabung itu
- Mosutkan 5 mL lonton kscn 0,002 N kendatarn mosing-mosing tabung itu dan tombohken
Larutan (Percobaan 7)
- Klarifikasi menjadi asam dan bersa dddasarKan poda Karakteristik zat zat tsb didalam larutan air
- Zat dapal dikotakan asam apalbilla antora loin memmpunyol rasa asam memerhkan kerlas lotmus birundan dengon basa bereaksi membentk garam dombah air
- Doloam perkernbangan seelam Jutnya Arrhenius mengermakon suatu teori yang menyatakan bonwu asam ada ah zat yang inegangdung hdrogu dan jika dianutkian dalam air kan teruroi enjadi ion tidragen Dan amonium Sedengkonv yang dhnoksud dengon BASA adalah Senyawa hidroksida young didalom air teurai imienjadi ion hidroksida dan ion lorgan.
Penentuan Trayk PH Indikator Asam Basa
1 Tuwuan Menentukan hrayk of berbagal indikotor asampasa don indikator yang terdonat dalom heruh tumbuhan. 2. Anal dan Bahan Tabungreahs 12 bh Rak lobung recosi 1 bh Gelas kirnia 100 mL 1 bh 3. Cara kerino Sedoluan 12 lahunh reakai don beri mnor 1 sampai 12 Amball mL {20 totes) dori masing-mosing larutan pH 1-12 masahkon kodalan mosing-masing lobung reassi dmamo kutan pHi lemputkan pado fabung na den
Titrasi Asam Basah
- Tuva Menefoknon consenti larusorn asam dengon mengganakoun lonton standart basa olou sebollmya contrh perrobos sebogol bersut. Menentokon kasonsentrast laruston osum dengan merggunokan owm who denqan meaggonakson lorusan standor Natrium hidroudsda
Reaksi Redoks dan Sel Elektrokimia (Percobaan 8)
- Proses oxidasi dan redusi selalu terjadi bersamaan, dalam reaksi redox.
- Digunakannya sistem bilangan oksidasi untuk menetapkan atom dalam reaksi dan produk
- contoh reaksi : reaksi antara Fe2+dengan MnO4
Laju Reaksi (Percobaan 9)
- Pengukuran perubahan zat pereaksi menjadi zat hasil reaksi pada satuan waktu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi:
- konsentrasi, temperatur, luas permukaan, katalis, tekanan, cahaya, dll.
Teori Tumbukan:
- Partikel zat harus bertumbukan sebelum bereaksi.
- Hanya tumbukan efektif yang hasilkan perubahan reaksi & memerlukan energi.
Koloid (Percobaan 10)
- Klasifikasi kolid, material memiliki satu dan lagi dimensi, panjang, lebar dan tebal yaitu 1000 nm.
- Melampari membuat dan sifat koloid
- Komposisi dan sifa aslinyo
Semoga dengan ringkasan ini dapat mendukung pembelajaran Anda.
Studying That Suits You
Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.