Cairan Sendi dan Artrosentesis
10 Questions
2 Views

Choose a study mode

Play Quiz
Study Flashcards
Spaced Repetition
Chat to Lesson

Podcast

Play an AI-generated podcast conversation about this lesson

Questions and Answers

Apa fungsi utama dari cairan sendi dalam rongga sendi?

  • Membantu dalam pembentukan tulang
  • Menjadi sumber penghasil energi
  • Sebagai pelumas dan pelindung sendi (correct)
  • Menghasilkan leukosit untuk pertahanan tubuh

Penggolongan cairan sendi secara patologis mencakup beberapa kategori. Mana dari berikut ini yang bukan termasuk dalam penggolongan tersebut?

  • Hemoragik
  • Degeneratif (correct)
  • Septik
  • Inflamatorik akut

Apa saja yang termasuk dalam tes mikroskopis untuk pemeriksaan cairan sendi?

  • Jumlah leukosit, morfologi dan hitung jenis (correct)
  • Warna dan kejernihan, Protein total
  • Glukosa, LDH, asam urat
  • Pewarnaan gram dan kultur

Apa yang harus dilakukan sebelum melakukan artrosentesis untuk memastikan keamanan prosedur?

<p>Puasa 1 malam untuk keseimbangan cairan (A)</p> Signup and view all the answers

Apa yang termasuk dalam komplikasi yang mungkin terjadi setelah aspirasi cairan sendi?

<p>Infeksi (D)</p> Signup and view all the answers

Apa tujuan dari tabung I yang tidak menggunakan antikoagulan dalam proses pengambilan cairan sendi?

<p>Untuk tes makroskopis (B)</p> Signup and view all the answers

Apa interpretasi dari bekuan darah yang terjadi dalam waktu lebih dari 1 jam?

<p>Hasil normal dari pengambilan sampel (B)</p> Signup and view all the answers

Apa yang menjadi prinsip tidak ditemukannya viskositas rendah pada cairan sendi?

<p>Kadar asam hialuronat tinggi (C)</p> Signup and view all the answers

Apa yang dapat diindikasikan oleh hasil tes CRP yang positif?

<p>Keganasan atau infeksi (B)</p> Signup and view all the answers

Apa saja kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan kadar ANA dalam cairan sendi?

<p>Hepatitis dan skleroderma (C)</p> Signup and view all the answers

Flashcards

Cairan Sendi

Cairan kental di rongga sendi, ultrafiltrat plasma darah, memberi nutrisi kartilago dan melumasi sendi.

Pemeriksaan Cairan Sendi

Menggunakan metode makroskopis (warna, kejernihan, bekuan), mikroskopis (leukosit, kristal), kimia (glukosa, protein), serologi (RF, CRP), dan mikrobiologi (pewarnaan gram) untuk mendiagnosis kondisi sendi.

Artrosentesis

Teknik mengambil cairan sendi dengan menusuk sendi menggunakan jarum.

Indikasi Artrosentesis

Alasan untuk melakukan artrosentesis, seperti memastikan diagnosis, mengurangi nyeri, diagnosa banding atau pemberian obat intra-artikuler.

Signup and view all the flashcards

Kontra Indikasi Artrosentesis

Kondisi yang menghalangi prosedur artrosentesis, seperti infeksi lokal, diatesis hemoragik, atau fraktur intra-artikuler.

Signup and view all the flashcards

Warna Cairan Sendi Normal

Cairan sendi yang normal memiliki warna bening dan tidak berwarna.

Signup and view all the flashcards

Makna Cairan Sendi Kuning Keruh

Warna kuning keruh pada cairan sendi menandakan adanya peningkatan jumlah sel darah putih, mengindikasikan peradangan.

Signup and view all the flashcards

Apa Arti Bekuan di Cairan Sendi?

Bekuan di cairan sendi menunjukkan adanya proses peradangan. Semakin besar bekuan, semakin berat peradangan.

Signup and view all the flashcards

Tujuan Tes CRP

Tes CRP bertujuan untuk mendeteksi adanya peradangan atau kerusakan jaringan. Hasil positif menunjukkan peningkatan kadar CRP.

Signup and view all the flashcards

Apa yang Dimaksud dengan Tes ANA?

Tes ANA adalah tes untuk mendeteksi autoantibodi, yang sering ditemukan pada penyakit autoimun seperti lupus (SLE).

Signup and view all the flashcards

Study Notes

Pemeriksaan & Tes Laboratorium Darah, Cairan Sendi pada Kasus Nyeri Sendi

  • Cairan sendi adalah cairan viskos di dalam rongga sendi.
  • Komposisi kimianya sama seperti plasma darah (ultrafiltrat).
  • Fungsi cairan sendi:
    • Menyediakan makanan untuk kartilago sendi.
    • Sebagai pelumas dan pelindung sendi.
  • Cairan sendi mengandung mukopolisakarida ber-BM besar (asam hialuronat).
  • Asam hialuronat membuat cairan sendi kental.
  • Cairan sendi dibentuk oleh hasil dialisis plasma dan produksi sel sinoviosit.
  • Volume cairan sendi sekitar ± 1-3 ml.
  • Secara patologis, cairan sendi terbagi dalam 4 kelompok:
    • Non inflamatorik
    • Inflamatorik akut
    • Hemoragik
    • Septik

Tes untuk Pemeriksaan Cairan Sendi

  • Tes Makroskopis:
    • Warna dan kejernihan
    • Bekuan
    • Viskositas
    • Tes mucin
  • Tes Mikroskopis:
    • Jumlah leukosit
    • Morfologi dan hitung jenis kristal
  • Tes Kimia:
    • Glukosa
    • LDH (Laktat dehidrogenase)
    • Protein total
    • Asam urat
  • Tes Serologi:
    • RF (Rhematoid Factor)
    • CRP (C-Reactive Protein)
    • ANA (Antinuclear Antibodies)
  • Tes Mikrobiologi:
    • Pewarnaan gram dan kultur
    • Acid fast staining

Teknik Artrosentesis

  • Teknik pengambilan cairan sendi disebut "Artrosentesis".
  • Indikasi Artrosentesis:
    • Memastikan diagnosis
    • Mengurangi rasa sakit
    • Memperbaiki fungsi gerak persendian
    • Diagnosis banding
    • Memberi obat intra artikuler (terapeutik)
  • Sebaiknya puasa 4-6 jam atau 1 malam sebelum untuk keseimbangan antara plasma dan cairan sendi.
  • Pemeriksaan cairan sendi harus secepat mungkin.
  • Kontraindikasi Artrosentesis:
    • Infeksi lokal
    • Diatesis hemoragik
    • Fraktur intra artikuler
    • Osteoporosis juxta-artikuler berat
    • Sendi yang tidak stabil
    • Tidak ada indikasi yang tepat
    • Kegagalan suntikan terdahulu (bukan kesalahan teknik)

Komplikasi Artrosentesis

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Kerusakan kartilago sendi
  • Ruptur tendo/ligamen

Alat dan Bahan Artrosentesis

  • Spuit dan jarum disposable (19-25)
  • Pulpen untuk menandai titik suntik
  • Anestesi lokal (lidokain/etilklorida spray)
  • Kapas alkohol, kain kasa, yodium
  • Tabung aspirasi 4 buah

Cara Kerja Artrosentesis

  • Penyuntikan dalam keadaan steril.
  • Tentukan tempat dan tandai dengan marker.
  • Atur posisi pasien rileks.
  • Lakukan asepsis dan antisepsis.
  • Beri anestesi lokal (infiltrasi/semprotan).
  • Lakukan aspirasi perlahan-lahan.
  • Cairan 10-20 ml ditampung di 4 tabung yang disiapkan.

Tabung untuk Pemeriksaan Cairan Sendi

  • Tabung I (tanpa antikoagulan): Tes makroskopis.
  • Tabung II (dengan antikoagulan EDTA/heparin): Tes mikroskopis.
  • Tabung III(dengan heparin/EDTA): Tes mikrobiologi.
  • Tabung IV (tanpa antikoagulan): Tes kimia dan serologi.

Tes Makroskopis Cairan Sendi

  • Warna dan kejernihan:
    • Normal: tidak berwarna dan jernih.
    • Kuning jernih: artritis traumatik, osteoartritis, dan artritis rematoid ringan.
    • Kuning keruh: inflamasi spesifik dan nonspesifik, ↑ leukosit.
    • Chyloid (susu): artritis rematoid dengan efusi kronik, pirai, dan obstruksi limfatik.
    • Nanah/purulen: artritis septik.
    • Seprti darah: trauma, hemofilia, dan sinovisitis vilonodular hemoragik.
    • Kuning kecoklatan: perdarahan lama.
  • Bekuan:
    • Normal: >1 jam tidak membeku.
    • Bekuan +: ada proses peradangan (semakin besar bekuan, semakin berat peradangan).
  • Viskositas:
    • Normal (tinggi): ukuran panjang tetesan > 6 cm/tanpa putus.
    • Viskositas moderat-tinggi: panjang tetesan tanpa putus 4-6cm (non inflamatorik).
    • Viskositas rendah (<4 cm): inflamatorik akut dan septik.
  • Tes Mucin:
    • Normal/baik: terlihat satu bekuan kenyal dalam cairan jernih.
    • Sedang: bekuan kurang kuat dan tidak mempunyai batas tegas dalam cairan jernih (⇨RA).
    • Jelek: bekuan terjadi berkeping-keping dalam cairan keruh (⇨infeksi).

Cara Pemeriksaan Mucin Clot Test

  • Masukkan 4 mL air suling ke tabung reaksi, lalu tambahkan 1 mL cairan sendi.
  • Tambahkan 0,14 mL larutan asam asetat 7N.
  • Campurkan dengan batang pengaduk.
  • Baca hasil segera dan setelah 2 jam.

Tes Mikroskopis (Jumlah Leukosit)

  • Prinsip: sampel diencerkan NaCl 0,9% dan dimasukkan ke dalam bilik hitung (hemositometer).
  • Interpretasi:
    • Normal: < 200/mm3
    • 200-500/mm3: penyakit degeneratif/non inflamatorik.
    • 2000-100.000/mm3: kelompok inflamatorik akut.

    • Kelompok inflamatorik akut (750-45.000/mm3 (±13.500/mm3): artritis gout akut; 300-98.000/mm3 (±17.800/mm3): RF; 300-75.000/mm3(±15.500/mm3): RA; 20.000-200.000/mm3: kelompok septik).
    • (Daftar lengkap kelompok septik dan hemoragik juga ada dalam dokumen).

Tes Mikroskopis (Morfologi dan Hitung Jenis Sel)

  • Prinsip: Cairan sendi diusapkan pada kaca objek lalu diwarnai.
  • Interpretasi:
    • Normal: jumlah neutrofil <25%.
    • Kelompok inflamasi akut: artritis gout akut (48-94%); RF (8-89%); RA(5-96%).
    • Kelompok septik: artritis TBC(29-96%); artritis GO (2-96%); artritis septik (75-100%).
    • Kelompok hemoragik: <50%.

Tes Mikroskopis (Kristal)

  • Prinsip: jenis kristal tergantung jenis kelainan.
  • Interpretasi:
    • Normal: tidak ditemukan kristal dalam cairan sendi.
    • Kristal kolesterol: ⇨ RA
    • Monosodium urat (MSU): ⇨ artritis gout.

Tes Kimia (Glukosa)

  • Prinsip: intensitas warna yang terbentuk hasil reaksi diukur dengan spektrofotometer.
  • Interpretasi:
    • Normal: perbedaan antara glukosa serum dan glukosa cairan sendi < 10 mg/dL
    • Inflamatorik:
      • Artritis gout akut: perbedaan 0-41 mg/dL (±12 mg/dL)
      • RF: perbedaannya 6 mg/dL
      • RA: perbedaannya 0-88 mg/dL (± 31mg/dL)
    • Septik:
      • Artritis TB: perbedaan 0-108 mg/dL (±57 mg/dL)
      • Artritis GO: perbedaan 0-97 mg/dL (±26 mg/dL)
      • Artritis septik: perbedaan 40-122 mg/dL (±71 mg/dL)
    • Hemoragik: perbedaannya < 25 mg/dL

Tes Kimia (LDH)

  • Prinsip: intensitas warna yang terbentuk hasil reaksi diukur dengan spektrofotometer.
  • Interpretasi:
    • Normal: 100-190 U/L
    • ↑ LDH pada RA, gout, artritis karena infeksi.
    • Normal pada penyakit sendi generatif.

Tes Kimia (Protein Total)

  • Normal: Kadar protein total cairan sendi 1/4-1/3 dari plasma.
  • ↑ Protein: perubahan permeabilitas atau sintesis protein pada membran sinovial (⇨RA, sinovitis/artritis septik).

Tes Kimia (Asam Urat)

  • Umumnya sama dengan plasma.
  • ↑ Asam urat dalam darah: ⇨ gout.
  • Tidak selalu pasien gout punya ↑ asam urat.
  • Efusi sendi: Kristal urat monosodium.

Tes Serologi (Faktor Reumatoid)

  • Prinsip: menggunakan suspensi granul plastik yang dilapisi gamma globulin manusia, akan beraglutinasi jika ada faktor rematoid.
  • Interpretasi:
    • Normal: aglutinasi negatif, kadar RF < 8 IU/L.
    • Positif (RF +): >60% ditemukan pada cairan sendi dan serum penderita RA.
    • Positif palsu: SLE, hepatitis, limfoma, skleroderma, atau penyakit karena infeksi.

Tes Serologi (CRP)

  • Prinsip: reaksi aglutinasi terjadi akibat adanya inflamasi atau nekrosis jaringan.
  • Interpretasi:
    • Normal: aglutinasi negatif, kadar CRP < 6 mg/L.
    • Positif: > 70% penderita RA aktif, demam rematik, keganasan, infeksivirus, TBC, kerusakan jaringan dan inflamasi.

Tes Serologi (ANA)

  • Prinsip: metode sandwich (Ag + Ab + anti-IgG ⇨ warna biru).
  • Interpretasi:
    • < 1: negatif
    • 1: positif

    • 70% ditemukan cairan sendi penderita SLE dan > 20% penderita RA.

Tes Mikrobiologi (Pewarnaan Gram dan Biakan)

  • Prinsip:
    • Bakteri Gram +: tetap mengikat warna ungu meski diberi alkohol dan fuschin/safranin.
    • Bakteri Gram -: melepaskan warna ungu setelah diberi alkohol, mengikat fuschin/safranin jadi merah.
  • Interpretasi:
    • Gram + (bakteri bentuk batang): pada artritis TBC
    • Gram - (bakteri bentuk kokus): pada artritis GO.

Tes Mikrobiologi (Pewarnaan Tahan Asam)

  • Prinsip: kuman akan mengambil warna sesuai sifatnya.
  • Interpretasi:
    • Basil tahan asam (+): basil berwarna merah.
    • Basil tidak tahan asam: badan basil berwarna biru.

Algoritma Analisis Cairan Sendi

  • Lihat tabel
    • Membantu mengklasifikasikan cairan sendi berdasarkan beberapa parameter.

Tabel Klasifikasi Penyakit Cairan Sendi

  • Lihat tabel
    • Berdasarkan manifestasi, berbagai penyakit dapat dibagi dalam kelompok berdasarkan gejala dan karakteristiknya.

Transudat dan Eksudat

  • Transudat: Cairan patologis yang berasal dari proses tanpa peradangan.
  • Eksudat: Cairan patologis yang berasal dari proses radang.
  • Terdapat di rongga tubuh (peritonium, pleura, perikardium, sinovial, dll)
  • Transudat (Patofisiologi):*
  • Tekanan hidrostatik kapiler ↑
  • Tekanan osmotik plasma ↓ (hipoalbuminemia)
  • Vasodilatasi
  • Kerusakan endotel
  • Transudat (keadaan):*
  • Sindroma Nefrotik
  • Sirosis Hepatitis
  • Retensi Na dan air (pemakaian berlebihan, gangguan ekskresi ginjal)
  • ↑ Tekanan kapiler/vena (gagal jantung, bendungan vena, Perikarditis)
  • Obstruksi limfe (hidrotoraks, limfedema)
  • Eksudat (keadaan):*
  • Infeksi (bakteri, virus, parasit, jamur, dll)
  • Trauma (hematoma, hemathrosis, hemopericardium, luka bakar)
  • Keganasan atau metastase
  • Radang steril

Pemeriksaan Cairan Sendi (Makroskopis)

  • Jumlah cairan: untuk menilai luasnya kerusakan.
  • Warna: menunjukkan penyebab dan derajat peradangan.
  • Kejernihan: menunjukkan penyait dan derajat peradangan.
  • Bau: dapat menunjukan adanya infeksi (misal bau busuk).
  • Berat jenis: pembeda antara transudat dan eksudat
  • Bekuan: menunjukkan adanya peradangan (karena fibrinogen).

Pemeriksaan Cairan Sendi (Kimiawi)

  • Kadar protein kualitatif (Rivalta):
    • Prinsip: penambahan asam asetat meningkatkan kekeruhan.
    • Negatif: tidak ada kekeruhan (transudat).
    • Positif: ada kekeruhan (eksudat).
  • Kadar protein kuantitatif:
    • Rumus: (BJ - 1,007) x 346 = g/dL.
  • Zat lemak:
    • Cara: tambahkan larutan NaOH dan ether
    • Berwarna putih susu (chylus), jernih: bukan chylus.
  • Perbedaan kadar protein berdasarkan normalitas dan patologi cairan.

Pemeriksaan Cairan Sendi (Mikroskopis)

  • Menghitung jumlah leukosit.
    • Prinsip: mengukur dengan menggunakan bilik hitung (hemositometer) dengan larutan NaCl 0,9%
    • Transudat: < 500 sel/uL
    • Eksudat: >500 sel/uL.
  • Menghitung jenis sel
    • Membedakan sel limfosit (MN) dan neutrofil segmen (PMN).

Rheumatoid Arthritis (RA)

  • Inflamasi jaringan sinovial yang destruktif, kronik, dan sistemik
  • Ciri-ciri: rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa
  • Faktor penyebab:
    • Genetik
    • Hormonal
    • Virus
    • Stress fisik dan emosi
    • Bakteri
  • Faktor lain:
    • Rheumatoid factor
    • Anti-nuclear antibody (ANA)
    • Serum Complement
    • Serum Protein Electrophoresis
    • Immunoglobulin

Gout Arthritis/Pirai

  • Kelainan metabolisme asam urat yang menyebabkan tumpukan kristal asam urat di sendi.
  • Lebih sering menyerang pria.
  • Wanita yang mendekati menopause juga rentan.
  • Etiologi: peningkatan kadar asam urat dalam darah menyebabkan penumpukan kristal asam urat di sendi.
  • Pemeriksaan laboratorium: Kadar asam urat.

Studying That Suits You

Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.

Quiz Team

Description

Uji ini menguji pengetahuan Anda tentang fungsi, penggolongan, dan prosedur terkait cairan sendi dan artrosentesis. Pertanyaan mencakup aspek patologis cairan sendi, tes mikroskopis, serta potensi komplikasi dari aspirasi cairan sendi. Mari uji pemahaman Anda tentang topik ini!

More Like This

Synovial Fluid Analysis Quiz
24 questions
Synovial Fluid Analysis
15 questions

Synovial Fluid Analysis

LaudableIllumination avatar
LaudableIllumination
Cairan Sendi dan Artrosentesis
44 questions
Use Quizgecko on...
Browser
Browser