Cairan Biologis dan Leukosit

Choose a study mode

Play Quiz
Study Flashcards
Spaced Repetition
Chat to Lesson

Podcast

Play an AI-generated podcast conversation about this lesson
Download our mobile app to listen on the go
Get App

Questions and Answers

Cocokkan jenis cairan dengan karakteristiknya:

Transudat = Tidak berbau Eksudat = Dominasi sel Mononuklear (limfosit)

Cocokkan parameter dengan jenis cairan yang sesuai:

Berat jenis < 1,016 = Transudat Berat jenis > 1,018 = Eksudat LDH < 200 U/L = Transudat LDH =/> 200 U/L = Eksudat

Cocokkan karakteristik dengan jenis leukosit:

Limfosit = Berkait dengan transudat Neutrofil segmen = Berkait dengan eksudat

Cocokkan pengujian dengan hasilnya:

<p>Tes Rivalta: (-)/negatif = Transudat Tes Rivalta: (+)/positif = Eksudat Glukosa = glukosa plasma = Transudat Glukosa &lt; glukosa plasma = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan penyebab dengan jenis cairan:

<p>Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler = Transudat Permeabilitas kapiler yang meningkat = Eksudat Infeksi sistemik = Transudat Infeksi lokal = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan warna yang sesuai dengan jenis cairan:

<p>Kuning muda = Transudat Bervariasi (kuning, kehijauan, pink, merah) = Eksudat Jernih = Transudat Keruh = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jumlah leukosit dengan kategori cairan:

<p>&lt; 500 sel/µL = Transudat</p> <blockquote> <p>1000 sel/µL = Eksudat &lt; 500 sel/µL (peritoneum) = Transudat 500 sel/µL = Eksudat</p> </blockquote> Signup and view all the answers

Cocokkan fungsi cairan sendi dengan deskripsinya:

<p>Mensuplai makanan bagi kartilago sendi = Sumber nutrisi untuk kesehatan sendi Sebagai pelumas sendi = Mengurangi gesekan antara tulang Pelindung sendi = Mencegah kerusakan pada struktur sendi Kental karena asam hialuronat = Menjaga viskositas cairan sendi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis tes pemeriksaan cairan sendi dengan penjelasannya:

<p>Tes makroskopis = Analisis warna dan kejernihan cairan untuk menentukan kualitas Tes mikroskopis = Menghitung jumlah leukosit dalam cairan sendi Tes Kimia = Mengukur kadar glukosa dan asam urat dalam cairan Tes serologi = Deteksi antibodi dalam tubuh yang berkaitan dengan peradangan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan indikasi artrosentesis dengan tujuan tindakannya:

<p>Memastikan diagnosis = Mengetahui penyebab nyeri sendi Mengurangi rasa sakit = Menyediakan bantuan dalam mengatasi ketidaknyamanan Perbaikan fungsi gerak persendian = Meningkatkan mobilitas sendi yang terpengaruh Pemberian obat intra artikuler = Mengadministrasikan terapi langsung ke sendi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan kontraindikasi artrosentesis dengan penjelasannya:

<p>Infeksi lokal = Risiko penyebaran infeksi selama prosedur Diatesis hemoragik = Risiko perdarahan yang tinggi saat prosedur Fraktur intra artikuler = Komplikasi akibat cedera tulang yang tidak stabil Osteoporosis juxta-artikuler berat = Kerapuhan tulang yang dapat memperburuk kondisi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan teknik pengambilan cairan sendi dengan alat dan bahan yang diperlukan:

<p>Spuit dan jarum disposible = Alat utama untuk aspirasi cairan sendi Anestesi lokal = Mengurangi rasa sakit saat prosedur Kapas alkohol = Menjaga area suntik tetap steril Tabung aspirasi = Menampung cairan yang diambil dari sendi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis cairan sendi secara patologis dengan karakteristiknya:

<p>Non inflamatorik = Tanpa tanda-tanda peradangan dalam cairan Inflamatorik akut = Terdapat peningkatan jumlah sel darah putih Hemoragik = Mempunyai darah dalam cairan sendi Septik = Dihubungkan dengan infeksi mikroba dalam cairan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan komplikasi dari aspirasi cairan sendi dengan efek yang diakibatkan:

<p>Infeksi = Terjadinya infeksi pasca prosedur Perdarahan = Keluarnya darah dari area suntik Kerusakan kartilago sendi = Kemungkinan cedera pada pelindung sendi Ruptur tendo/ligamen = Risiko robeknya jaringan ikat saat aspirasi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis tes mikroskopis dengan tujuannya:

<p>Jumlah leukosit = Menentukan tingkat peradangan dalam cairan Morfologi dan hitung jenis = Menganalisis bentuk dan jenis sel dalam cairan Kristal-kristal = Mendeteksi adanya bentuk kristal dalam cairan sendi Tes mucin = Mengukur keberadaan mukopolisakarida dalam cairan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis bakteri dengan hasil pewarnaan Gram yang benar:

<p>Bakteri Gram+ = Akan mengikat warna fuschin/safranin Bakteri Gram- = Akan melepaskan warna ungu dengan alkohol</p> Signup and view all the answers

Cocokkan warna dengan jenis basil pada pewarnaan tahan asam:

<p>Basil tahan asam (+) = Berwarna merah Basil tidak tahan asam = Berwarna biru Staphylococcus = Termasuk bakteri gram negatif Gonococcus = Bakteri yang sering didapatkan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan parameter analisis cairan sendi dengan kategorinya:

<p>Warna Kuning Muda = Non Inflamasi Warna Merah/Xant = Septik Volume &gt; 3,5 ml = Inflamasi Viskositas tinggi = Normal</p> Signup and view all the answers

Cocokkan parameter analisis cairan sendi dengan nilai normalnya:

<p>Leukosit &lt; 200 = Normal Neutrofil &lt; 25% = Non Inflamasi Mucin baik = Normal Bekuan negatif = Non Inflamasi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis hasil analisis dengan kondisi cairan sendi:

<p>Volume &gt; 3,5 ml = Inflamasi Kejernihan opag = Septik Hemoragik = Volume lebih dari 3,5 ml dan bekuan negatif Viskositas menurun = Inflamasi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis penyakit dengan karakteristik pewarnaan:

<p>Artritis TBC = Bakteri Gram+ bentuk batang Artritis GO = Bakteri Gram- bentuk kokus Bakteri Gram+ = Berkait dengan pewarnaan tahan asam positif Bakteri Gram- = Reaksi negatif terhadap alkohol</p> Signup and view all the answers

Cocokkan nilai leukosit dengan kondisi cairan sendi:

<p>&lt; 5000 = Non Inflamasi 2000-100rb = Inflamasi 20rb-200rb = Septik &lt; 10.000 = Hemoragik</p> Signup and view all the answers

Cocokkan karakteristik pewarnaan bakteri dengan penampilannya:

<p>Basil tahan asam = Merah pada pewarnaan Basil tidak tahan asam = Biru pada pewarnaan Bakteri Gram+ = Tetap ungu setelah pewarnaan Bakteri Gram- = Beralih menjadi merah setelah pewarnaan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan kondisi analisis cairan sendi dengan nilai yang sesuai:

<p>Bekuan positif = Inflamasi dan Septik Mucin jelek = Hemoragik dan Inflamasi Leukosit &lt; 200 = Normal Viskositas bervariasi = Hemoragik</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis tabung dengan jenis tes yang dilakukan:

<p>Tabung I = Tes makroskopis Tabung II = Tes mikroskopis Tabung III = Tes mikrobiologi Tabung IV = Tes kimia dan serologi</p> Signup and view all the answers

Cocokkan warna dan kejernihan dengan interpretasi yang benar:

<p>Tidak berwarna dan jernih = Normal Kuning keruh = Inflamasi spesifik dan nonspesifik Kuning jernih = Artritis rematoid ringan Nanah/purulen = Artritis septik</p> Signup and view all the answers

Cocokkan hasil tes bekuan dengan interpretasinya:

<blockquote> <p>1 jam tidak membeku = Normal Ada proses peradangan = Bekuan+ Semakin besar bekuan = Semakin berat peradangan Membeku cepat = Tidak normal</p> </blockquote> Signup and view all the answers

Cocokkan hasil viskositas dengan interpretasi yang benar:

<p>Tinggi = Ukuran panjang tetesan &gt; 6 cm/tanpa putus Viskositas moderat-tinggi = Panjang tetesan 4-6 cm Viskositas rendah = 60% ditemukan pada RA Positif palsu = SLE, hepatitis dan limfoma</p> Signup and view all the answers

Cocokkan hasil tes CRP dengan interpretasi yang benar:

<p>Kadar CRP &lt; 6 mg/l = Aglutinasi negatif</p> <blockquote> <p>70% penderita RA aktif = Aglutinasi positif Demam rematik = Aglutinasi positif Keganasan = Aglutinasi positif</p> </blockquote> Signup and view all the answers

Cocokkan jumlah ANA dengan hasil dan interpretasi:

<p>Jumlah ANA &lt; 1 = Negatif Jumlah ANA &gt; 1 = Positif Positif &gt; 70% = Cairan sendi SLE Positif &gt; 20% = Cairan sendi RA</p> Signup and view all the answers

Cocokkan prosedur yang harus dilakukan sebelum aspirasi:

<p>Lakukan asepsis dan antisepsis = Sebelum menyuntik Beri anestesi lokal = Untuk mengurangi rasa sakit Aspirasi secara perlahan = Menghindari trauma pada jaringan Tampung aspirat ke dalam tabung = Persiapan untuk analisis</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis warna dengan kondisi atau penyakit yang sesuai:

<p>Kuning jernih = Artritis traumatik Kuning kecoklatan = Perdarahan yang telah lama Seperti darah = Trauma atau hemofilia Chyloid = Artritis rematoid dengan efusi kronik</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis tes dengan prinsip atau metode yang digunakan:

<p>Tes makroskopis = Warna dan kejernihan Tes mikroskopis = Analisis sel dan struktur Tes CRP = Reaksi aglutinasi Tes ANA = Metode sandwich</p> Signup and view all the answers

Cocokkan faktor yang menyebabkan hasil positif palsu pada viskositas:

<p>SLE = Penyakit autoimun Hepatitis = Infeksi hati Limfoma = Kanker kelenjar getah bening Skleroderma = Penyakit jaringan ikat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis cairan patologis dengan penyebabnya:

<p>Transudat = Sindroma Nefrotik Eksudat = Trauma</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis pemeriksaan dengan tujuan pemeriksaannya:

<p>Pemeriksaan makroskopis = Menilai jumlah dan kejernihan cairan Pemeriksaan kimiawi = Menentukan kadar protein dalam cairan Pengumpulan spesimen = Mendapatkan cairan dari rongga tubuh Rumus pemeriksaan protein kuantitatif = Menghitung berat jenis cairan</p> Signup and view all the answers

Cocokkan kondisi dengan jenis cairan yang dihasilkan:

<p>Cirrhosis hepatis = Transudat Keganasan = Eksudat Hidrotoraks = Transudat Luka bakar = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan elemen pemeriksaan dengan hasil yang mungkin:

<p>Kekeruhan positif = Menunjukkan eksudat Tidak ada kekeruhan = Menunjukkan transudat Warna jernih = Cairan normal Bau busuk = Cairan dari E.coli</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis intervensi dengan kondisi yang relevan:

<p>Pungsi = Mengumpulkan cairan dari rongga pleura Pembedahan = Mengambil cairan dari peritoneum Antikoagulan = Mencegah koagulasi cairan selama pemeriksaan Heparin = Digunakan dalam pengumpulan spesimen</p> Signup and view all the answers

Cocokkan penemuan makroskopis dengan interpretasinya:

<p>Warna kuning = Cairan kemungkinan terinfeksi Jumlah cairan banyak = Kelainan luas Berat jenis tinggi = Kandungan protein tinggi Kejernihan baik = Cairan non-patologis</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis protein dengan pemeriksaannya:

<p>Kadar protein kualitatif = Menggunakan asam asetat Pemeriksaan protein kuantitatif = Berdasarkan berat jenis Zat lemak = Cairan berwarna putih seperti susu Kekeruhan = Mengindikasikan adanya protein</p> Signup and view all the answers

Cocokkan ragam keadaan klinis dengan jenis eksudat atau transudat:

<p>Gagal ginjal = Transudat Hematoma = Eksudat Vasodilatasi = Transudat Parasit = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan cairan dengan kategori:

<p>Retensi Na dan air = Transudat Obstruksi limfe = Transudat Trauma = Eksudat Infeksi bakteri = Eksudat</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis cairan dengan contoh penyakit yang relevan:

<p>Transudat = Kegagalan jantung Eksudat = Luka bakar</p> Signup and view all the answers

Flashcards

Cairan Sendi

Cairan kental di dalam rongga sendi yang mensuplai nutrisi dan melindungi tulang rawan.

Artrosentesis

Prosedur pengambilan cairan sendi dengan jarum.

Fungsi Cairan Sendi

Memberi nutrisi pada tulang rawan, memelumas, dan melindungi sendi dari gesekan.

Tes Makroskopis Cairan Sendi

Pemeriksaan cairan sendi berdasarkan warna, kejernihan, bekuan, kekentalan, dan tes mucin (lendir).

Signup and view all the flashcards

Tes Mikroskopis Cairan Sendi

Pemeriksaan cairan sendi di bawah mikroskop untuk menghitung jumlah dan jenis sel darah putih, serta melihat adanya kristal.

Signup and view all the flashcards

Tes Kimia Cairan Sendi

Pemeriksaan kadar zat-zat kimia dalam cairan sendi, seperti glukosa, LDH, protein total, dan asam urat.

Signup and view all the flashcards

Tes Serologi Cairan Sendi

Pemeriksaan untuk antibodi tertentu dalam cairan sendi, seperti RF, CRP, dan ANA untuk identifkasi penyebab radang.

Signup and view all the flashcards

Tes Mikrobiologi Cairan Sendi

Pemeriksaan untuk infeksi bakteri, jamur atau parasit dalam cairan sendi melalui pewarnaan dan kultur.

Signup and view all the flashcards

Asepsis dan antisepsis tempat suntikan

Prosedur sterilisasi tempat suntikan untuk mencegah infeksi.

Signup and view all the flashcards

Anestesi lokal (infiltrasi/semprotan)

Pemberian obat bius lokal untuk mengurangi rasa nyeri pada area suntikan.

Signup and view all the flashcards

Aspirasi perlahan

Mengambil cairan sendi secara perlahan dengan jarum suntik.

Signup and view all the flashcards

Cairan sendi (aspirat)

Cairan yang terkumpul di dalam sendi.

Signup and view all the flashcards

Tabung I (tanpa antikoagulan)

Tabung untuk tes makroskopis cairan sendi (warna, kejernihan).

Signup and view all the flashcards

Tabung II (dengan antikoagulan EDTA/heparin)

Tabung untuk tes mikroskopis (menentukan sel darah/komponen seluler).

Signup and view all the flashcards

Tabung III (heparin/EDTA)

Tabung untuk tes mikrobiologi (mencari infeksi).

Signup and view all the flashcards

Tabung IV (tanpa antikoagulan)

Tabung untuk tes kimia dan serologi (imunologi).

Signup and view all the flashcards

Warna cairan sendi (kuning keruh)

Indikasi adanya peradangan pada sendi.

Signup and view all the flashcards

Bekuan dalam cairan sendi

Indikasi adanya proses peradangan yang serius pada sendi.

Signup and view all the flashcards

Pewarnaan Gram

Teknik pewarnaan yang membedakan bakteri berdasarkan struktur dinding selnya. Bakteri Gram positif akan berwarna ungu, sedangkan bakteri Gram negatif berwarna merah.

Signup and view all the flashcards

Bakteri Gram Positif

Bakteri yang memiliki dinding sel tebal dan berlapis peptidoglikan, sehingga dapat menahan warna ungu pada pewarnaan Gram.

Signup and view all the flashcards

Bakteri Gram Negatif

Bakteri yang memiliki dinding sel tipis dan sedikit peptidoglikan, sehingga mudah kehilangan warna ungu dan menyerap warna merah pada pewarnaan Gram.

Signup and view all the flashcards

Pewarnaan Tahan Asam

Teknik pewarnaan yang membedakan bakteri berdasarkan kemampuannya menahan asam. Bakteri tahan asam akan berwarna merah, sedangkan bakteri tidak tahan asam akan berwarna biru.

Signup and view all the flashcards

Basil Tahan Asam

Bakteri yang memiliki lapisan lilin yang sulit ditembus asam, sehingga dapat menahan warna merah pada pewarnaan tahan asam.

Signup and view all the flashcards

Basil Tidak Tahan Asam

Bakteri yang tidak memiliki lapisan lilin yang sulit ditembus asam, sehingga mudah kehilangan warna merah dan menyerap warna biru pada pewarnaan tahan asam.

Signup and view all the flashcards

Warna Cairan Sendi: Kuning Jernih

Ini menunjukkan cairan sendi yang normal dan tidak terinfeksi.

Signup and view all the flashcards

Warna Cairan Sendi: Merah atau Xantokrom

Menunjukkan cairan sendi yang terinfeksi, biasanya oleh bakteri.

Signup and view all the flashcards

Transudat

Cairan patologis yang berasal dari proses tanpa peradangan (non inflamasi). Biasanya terjadi karena ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan osmotik di pembuluh kapiler.

Signup and view all the flashcards

Eksudat

Cairan patologis yang berasal dari proses peradangan (inflamasi/infeksi). Biasanya mengandung sel inflamasi dan protein.

Signup and view all the flashcards

Faktor penyebab Transudat

Gangguan keseimbangan antara tekanan darah kapiler (tek.hidrostatik kapiler yang mendorong cairan keluar dan tek.osmotik protein plasma yang mempertahankan cairan intravaskuler).

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Transudat: Hipoalbuminemia

Penurunan tekanan osmotik plasma karena kadar albumin rendah. Ini dapat terjadi pada sindroma nefrotik dan sirosis hati.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Transudat: Retensi Na dan Air

Peningkatan retensi natrium dan air dalam tubuh, misalnya karena konsumsi berlebih atau gangguan ginjal.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Transudat: Tekanan Kapiler Tinggi

Peningkatan tekanan dalam pembuluh kapiler, misalnya karena gagal jantung, bendungan vena, atau perikarditis.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Transudat: Obstruksi Limfe

Penghalang aliran limfe, misalnya pada hidrotoraks dan limfedema.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Eksudat: Infeksi

Infeksi oleh bakteri, virus, parasit, jamur, dan lain-lain.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Eksudat: Trauma

Trauma seperti hematoma, hemathrosis, hemopericardium, dan luka bakar.

Signup and view all the flashcards

Contoh keadaan Eksudat: Keganasan dan Metastase

Kanker atau penyebaran sel kanker menyebabkan peradangan dan produksi eksudat.

Signup and view all the flashcards

Transudat vs Eksudat

Kedua istilah tersebut merupakan jenis cairan tubuh yang dapat ditemukan di rongga tubuh seperti pleura atau peritoneum. Transudat adalah cairan yang terbentuk akibat peningkatan tekanan hidrostatis kapiler atau penurunan tekanan onkotik plasma. Eksudat adalah cairan yang terbentuk akibat peningkatan permeabilitas kapiler atau penurunan absorpsi limfe.

Signup and view all the flashcards

Ciri-ciri Transudat

Cairan transudat umumnya jernih, berwarna kuning muda, dan memiliki berat jenis kurang dari 1,018. Jumlah sel dalam transudat rendah, biasanya kurang dari 1.000 sel/uL untuk pleura dan 500 sel/uL untuk peritoneum. Selain itu, transudat memiliki kadar protein rendah (< 3 g/dL) dan rasio protein rendah (< 0,5).

Signup and view all the flashcards

Ciri-ciri Eksudat

Eksudat memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan transudat. Biasanya keruh, berwarna bervariasi, dan memiliki berat jenis lebih tinggi dari 1,016. Jumlah sel dalam eksudat tinggi, dengan dominasi PMN pada infeksi akut dan dominasi limfosit pada infeksi kronis. Kadar protein dan rasio protein eksudat juga cenderung lebih tinggi dibandingkan transudat.

Signup and view all the flashcards

Pemeriksaan Mikroskopis Cairan Tubuh

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis sel dalam cairan tubuh, baik transudat maupun eksudat. Prinsipnya adalah menghitung jumlah sel, terutama leukosit, untuk menentukan apakah cairan tersebut merupakan transudat atau eksudat.

Signup and view all the flashcards

Mengapa NaCl 0,9% Digunakan?

Larutan NaCl 0,9% digunakan sebagai bahan pengencer dalam pemeriksaan mikroskopis cairan tubuh karena memiliki osmolaritas yang sama dengan cairan tubuh, sehingga tidak menyebabkan kerusakan sel atau perubahan bentuk sel.

Signup and view all the flashcards

Cara Membedakan Leukosit?

Dalam pemeriksaan mikroskopis, sel Limfosit (MN) dapat dibedakan dari Neutrofil segmen (PMN) berdasarkan bentuk inti sel. Limfosit memiliki inti bulat atau oval, sedangkan Neutrofil segmen memiliki inti yang berlobus.

Signup and view all the flashcards

Tes Rivalta

Tes Rivalta adalah tes sederhana yang digunakan untuk membedakan transudat dan eksudat. Prinsipnya adalah menambahkan setetes cairan tubuh ke larutan asam asetat. Jika cairan membentuk endapan putih, berarti cairan tersebut adalah eksudat. Jika tidak, maka cairan tersebut adalah transudat.

Signup and view all the flashcards

Study Notes

Pemeriksaan & Tes Laboratorium Darah, Cairan Sendi pada Kasus Nyeri Sendi

  • Topik pembahasan adalah pemeriksaan dan tes laboratorium darah dan cairan sendi pada kasus nyeri sendi, disampaikan oleh dr. Hesty Rhauda Ashan, Sp.PK.

Cairan Sendi

  • Cairan sendi adalah cairan kental yang terdapat di dalam rongga sendi.
  • Komposisinya mirip dengan plasma darah, merupakan ultrafiltrat plasma.
  • Fungsinya untuk mensuplai nutrisi bagi tulang rawan sendi dan sebagai pelumas serta pelindung sendi.
  • Mengandung mukopolisakarida dengan berat molekul besar (BM besar), yaitu asam hialuronat.
  • Asam hialuronat membuat cairan sendi bersifat kental.
  • Cairan sendi dibentuk melalui hasil dialisis plasma dan produksi sel-sel sinoviosit.
  • Volume cairan sendi sekitar ±1-3 ml.

Patologi Cairan Sendi

  • Secara patologis, cairan sendi dikelompokkan menjadi 4 kategori:
    • Non inflamatorik
    • Inflamatorik akut
    • Hemoragik
    • Septik

Tes untuk Pemeriksaan Cairan Sendi

  • Tes Makroskopis:
    • Warna dan kejernihan
    • Bekuan
    • Viskositas
    • Tes mucin
  • Tes Mikroskopis:
    • Jumlah leukosit
    • Morfologi dan hitung jenis kristal-kristal
  • Tes Kimia:
    • Glukosa
    • LDH (Laktat dehidrogenase)
    • Protein total
    • Asam urat
  • Tes Serologi:
    • RF (Rheumatoid Factor)
    • CRP (C-Reactive Protein)
    • ANA (Antinuclear Antibodies)
  • Tes Mikrobiologi:
    • Pewarnaan gram dan kultur
    • Pemeriksaan tahan asam

Teknik Pengambilan Cairan Sendi (Artrosentesis)

  • Indikasi: Memastikan diagnosis, mengurangi rasa sakit, dan memperbaiki fungsi gerak persendian. Diagnosis banding, dan pemberian obat intra artikuler.
  • Teknik pengambilan secepat mungkin, sebaiknya dilakukan puasa 4-6 jam atau selama 1 malam untuk keseimbangan antara plasma dan cairan sendi.
  • Kontra indikasi:
    • Infeksi lokal
    • Diatesis hemoragik
    • Fraktur intra artikuler
    • Osteoporosis juxta-artikuler yang berat
    • Sendi yang tidak stabil
    • Tidak ada indikasi yang tepat
    • Kegagalan suntikan terdahulu (bukan karena kesalahan teknik)

Komplikasi

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Kerusakan kartilago sendi
  • Ruptur tendo/ligamen

Alat dan Bahan Artrosentesis

  • Spuit dan jarum disposable (19-25)
  • Pulpen untuk menandai titik yang akan disuntik
  • Anestesi lokal (lidokain/etilklorida spray)
  • Kapas alkohol, kain kasa, yodium
  • Tabung aspirasi 4 buah

Cara Kerja Artrosentesis

  • Penyuntikan dilakukan dalam keadaan steril.
  • Tentukan tempat pengambilan yang tepat dan tandai dengan marker.
  • Atur posisi penderita dalam keadaan rileks.
  • Lakukan asepsis dan antisepsis tempat suntikan.
  • Beri anestesi lokal (infiltrasi/semprotan).
  • Lakukan aspirasi secara perlahan-lahan.
  • Cairan dapat diambil 10-20 mL. Tampung aspirat ke dalam 4 tabung yang telah disiapkan.

Tabung Pemeriksaan

  • Tabung I (tanpa antikoagulan): Tes makroskopis.
  • Tabung II (dengan antikoagulan EDTA/heparin): Tes mikroskopis.
  • Tabung III (dengan heparin/EDTA): Tes mikrobiologi.
  • Tabung IV (tanpa antikoagulan): Tes kimia dan serologi (imunologi).

Pemeriksaan Cairan Sendi: Tes Makroskopis

  • Warna dan kejernihan: Prinsipnya, setiap kelainan akan memberikan warna dan kejernihan yang berbeda.

  • Interpretasi:

    • Normal: Tidak berwarna dan jernih.
    • Kuning jernih: Artritis traumatik, osteoartritis, dan artritis rematoid ringan.
    • Kuning keruh: Inflamasi spesifik dan nonspesifik, jumlah leukosit tinggi.
    • Chyloid (susu): Artritis rematoid dengan efusi kronik, pirai, dan obstruksi limfatik.
    • Nanah/purulen: Artritis septik.
    • Seperti darah: Trauma, hemofilia, dan sinovitis vilonodularis hemoragik.
    • Kuning kecoklatan: Perdarahan yang lama.
  • Bekuan: Prinsipnya, fibrinogen menyebabkan sampel membeku.

    • Normal: >1 jam tidak membeku.
    • Bekuan +: Ada proses peradangan (makin besar bekuan, makin berat peradangan).
  • Viskositas: Prinsipnya, asam hialuronat menentukan viskositas cairan.

    • Normal (tinggi): Panjang tetesan > 6 cm/tanpa putus
    • Viskosistas moderat-tinggi: Panjang tetesan (4-6 cm) tanpa putus → non inflamatorik
    • Viskositas rendah (<4cm): Inflamatorik akut dan septik, beragam dan tidak bisa digunakan untuk membedakan.
  • Tes Mucin: Asam asetat mengendapkan asam hialuronat dan protein.

    • Mucin baik/normal: Terlihat satu bekuan kenyal di cairan jernih.
    • Mucin sedang: Bekuan kurang kuat dan tidak punya batas tegas di cairan jernih.
    • Mucin jelek: Bekuan berkeping-keping di cairan keruh.

Pemeriksaan Cairan Sendi: Tes Kimia (Glukosa, LDH, Protein Total, Asam Urat)

  • Glukosa: Prinsipnya, intensitas warna hasil reaksi diukur dengan spektrofotometer.
  • Interpretasi: Perbedaan glukosa serum dan cairan sendi < 10 mg/dL.
    • Artritis gout akut: Perbedaan 0-41 mg/dL (±12 mg/dL).
    • RF: Perbedaan 6 mg/dL.
    • RA: Perbedaan 0-88 mg/dL (±31 mg/dL).
  • LDH: Prinsipnya, intensitas warna hasil reaksi diukur dengan spektrofotometer.
    • Normal: 100-190 U/L
    • Meningkat pada RA, gout, dan artritis karena infeksi.
  • Protein Total: Kadar protein total cairan sendi 1/4–1/3 plasma. Meningkat menandakan perubahan permeabilitas,atau sintesis protein pada membranesinovial meningkat.
  • Asam Urat: Umumnya sama dengan plasma. Peningkatan kemungkinan Gout. Penumpukan dalam sendi menyebabkan kristal urat monosodium.

Pemeriksaan Cairan Sendi: Tes Serologi (RF, CRP, ANA)

  • RF: Prinsipnya, deteksi dengan suspensi granul plastik yang dilapisi gamma globulin jika ada faktor rematoid.
  • Interpretasi: Normal: Aglutinasi negatif (kadar < 8 IU/L). Positif(>60%):RA
  • CRP: Reaksi aglutinasi terjadi akibat inflamasi /nekrosis jaringan.
  • Interpretasi: Normal: Aglutinasi negatif (kadar<6 mg/L), positif > 70% penderita RA aktif, demam rematik, keganasan, infeksi virus, TBC.
  • ANA : Metode sandwich (Ag+Ab + antiIgG)→ warna biru.
    • Interpretasi: <1 → negatif ; >1 → positif (>70% pada SLE, >20% pada RA)

Pemeriksaan Cairan Sendi: Tes Mikrobiologi

  • Dilakukan jika diduga infeksi (artritis GO atau TBC)
    • Pewarnaan Gram dan Biakan (kultur):
      • Prinsip: Bakteri Gram + tetap mengikat warna ungu, bakteri Gram – melepaskan warna ungu,mengikat warna merah.
      • Interpretasi: Gram + : artritis TBC ; Gram – : artritis GO.
    • Pewarnaan tahan asam:
      • Prinsipnya kuman akan mengambil warna sesuai sifatnya
      • Interpretasi : Basil tahan asam (+) : berwarna merah ; Basil tidak tahan asam : berwarna biru.

Pemeriksaan Cairan Sendi: Algoritma Analisa

  • Normal: Tidak berwarna & jernih, volume <3,5ml, bekuan negatif, viskositas tinggi, mucin baik, leukosit <200, neutrofil<25%, glukosa <10, kultur negatif.
  • Non-inflamasi: Kuning muda, volume >3,5, bekuan negatif, viskositas tinggi, mucin baik, , leukosit <5.000, neutrofil <25%, glukosa <10, kultur negatif.
  • **Inflamasi:**Kuning, keruh, volume >3.5, bekuan positf, viskositas menurun, mucin buruk, leukosit 2000-100.000, neutrofil >50%, glukosa <25,kultur negatif.
  • Septik: Keruh, abu-abu, coklat,volume >3,5, bekuan positif, viskositas rendah, mucin buruk, leukosit 20.000 - 200.000, neutrofil >75%, glukosa < 25-60, kultur positif.
  • Hemoragik: Merah/xancrom, volume >3,5, bekuan negatif, viskositas beragam, mucjn bervariasi, leukosit < 10.000, neutrofil <50%, glukosa <25, kultur negatif.

Transudat dan Eksudat

  • Transudat: Cairan patologis yang berasal dari proses tanpa peradangan (non inflamasi), umumnya karena peningkatan tekanan hidrostatik kapiler dan penurunan tekanan osmotik koloid plasma.
  • Eksudat: Cairan patologis berasal dari proses peradangan (inflamasi/infeksi), umumnya karena peningkatan permeabilitas kapiler.
  • Tempat: rongga tubuh (peritoneum, pleura, perikardium, sinovial, dsb).

Pemeriksaan Cairan Sendi (Makroskopis dan Kimiawi)

  • Pengumpulan spesimen: Cara pungsi/pembedahan.

    • Cairan purulen: 4-5 ml
    • Cairan jernih: 200-300 ml
    • Penampung harus steril
  • Antikoagulan: Heparin, Na sitrat 20%, oksalat.

  • Makroskopis:

    • Jumlah cairan
    • Warna
    • Kejernihan
    • Bau
    • Berat jenis
    • Bekuan
  • Kimiawi: (Rivalta)

    • Kadar protein kualitatif: penambahan asam asetat glasial akan mengakibatkan penggumpalan protein → kekeruhan.
    • Interpretasi: Negatif → Transudat ; Positif → Eksudat
  • Protein kuantitatif: Berdasarkan berat jenis.

Pemeriksaan Mikroskopis

  • Jumlah leukosit: Prinsip: Penyertakan ke dalam larutaan Turk yang menyebabkan bekuan. Gunakan NaCl 0,9%
  • Interpretasi: Transudat <500 sel/µL, semakin tinggi jumlah sel menunjukkan eksudat.
  • Jenis Sel: Membedakan Limfosit (MN) dan Neutrofil (PMN).

Reumatoid Arthritis (RA)

  • Inflamasi jaringan sinovial yang bersifat destruktif, kronis, progresif dan sistemik.
  • Tanda inflamasi: Rubor (merah), Kalor (panas), Dolor (nyeri), Tumor (bengkak), Fungsi Laesa (fungsi menurun).
  • Penyebab: Faktor genetik, hormonal, Virus. Stres fisik dan emosional. Bakteri.
  • Faktor penting lainnya: Antibodi yang tidak biasa dari imunoglobulin (Ig) M atau IgG, membentuk kompleks yang bersarang pada sinovium dan jaringan penyambung lainnya atau berhubungan dengan Human Leukocyte Antigen (HLA) DRw4, jadi autoimun.
  • Pemeriksaan laboratorium: RF, ANA, Serum Complement, Serum Protein Electrophoresis, Immunoglobulin (Ig).

Gout Arthritis/Pirai

  • Salah satu bentuk artritis, biasanya mengenai jari kaki, lutut, tumit, pergelangan kaki, jari tangan & siku.
  • Penyakit metabolisme.
  • Secara umum pria rentan.
  • Wanita mendekati menopause.
  • Penyebab: Peningkatan kadar asam urat dalam darah yang mengakibatkan penumpukan kristal asam urat (monosodium urat monohidrat) dalam sendi.
  • Asam urat adalah sampah metabolisme zat purin dalam makanan tertentu.
  • Pemeriksaan laboratorium: Asam urat (normal: pria <7 mg/dL, wanita <5,7 mg/dL).

Studying That Suits You

Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.

Quiz Team

More Like This

Biomarker Development Framework
13 questions
Saliva as a Diagnostic Fluid
40 questions
Blood Overview and Properties
9 questions
Analisi di laboratorio su campioni biologici
41 questions
Use Quizgecko on...
Browser
Browser