Studi Kasus Pengembangan Tetes Mata

Choose a study mode

Play Quiz
Study Flashcards
Spaced Repetition
Chat to Lesson

Podcast

Play an AI-generated podcast conversation about this lesson

Questions and Answers

Apa titik didih dari air yang dimurnikan?

  • 100℃ (correct)
  • 75℃
  • 0℃
  • 32℃

PH air yang dimurnikan dapat berada di atas 7,0.

False (B)

Sebutkan salah satu parameter yang menunjukkan stabilitas air dalam bentuk cair.

Air stabil dalam bentuk cair.

Osmolaritas mata adalah _____ ± 8 mOsm.

<p>302</p> Signup and view all the answers

Cocokkan nilai osmolaritas dengan jenis tonisitasnya:

<blockquote> <p>312 = Hipertonik 300-312 = Isotonik &lt;300 = Hipotonik</p> </blockquote> Signup and view all the answers

Air dapat bereaksi dengan jenis obat dan eksipien apa?

<p>Yang rentan terhadap hidrolisis (A)</p> Signup and view all the answers

Air tidak bisa bercampur dengan pelarut polar lainnya.

<p>False (B)</p> Signup and view all the answers

Apa yang harus dihindari dalam sistem penyimpanan air untuk mengurangi pertumbuhan mikroba?

<p>Kontaminasi ionik, organik, dan partikel asing.</p> Signup and view all the answers

Apa tujuan utama dari pengembangan sediaan tetes mata kloramfenikol?

<p>Mengetahui pertimbangan dalam rancangan pengembangan (C)</p> Signup and view all the answers

Rancangan pengemasan tidak penting dalam pengembangan sediaan tetes mata kloramfenikol.

<p>False (B)</p> Signup and view all the answers

Sebutkan salah satu aspek yang perlu diuji dalam stability testing untuk sediaan kloramfenikol!

<p>Kestabilan fisik dan kimia</p> Signup and view all the answers

Sediaan tetes mata harus memiliki pH yang sesuai, biasanya berkisar antara ______.

<p>6 hingga 8</p> Signup and view all the answers

Cocokkan jenis analisis dengan pengertian yang benar:

<p>Stability Testing = Uji untuk menentukan masa simpan produk Melting Point Determination = Uji untuk menentukan suhu lebur zat Solubility Analysis = Uji untuk mengetahui kemampuan larut zat dalam pelarut Compatibility Studies = Uji untuk menilai interaksi antara bahan dalam formulasi</p> Signup and view all the answers

Apa tujuan dari compatibility studies dalam pengembangan sediaan tetes mata?

<p>Menilai interaksi bahan (B)</p> Signup and view all the answers

Analisis kelarutan tidak diperlukan dalam pengembangan sediaan tetes mata.

<p>False (B)</p> Signup and view all the answers

Mengapa penting untuk menguji titik lebur dalam pengembangan sediaan kloramfenikol?

<p>Untuk menentukan kemurnian bahan</p> Signup and view all the answers

Apa rentang titik lebur dari bahan yang dijelaskan?

<p>34 - 37℃ (B)</p> Signup and view all the answers

Natrium fosfat monobasa lebih kompatibel dengan bahan alkali dan karbonat.

<p>False (B)</p> Signup and view all the answers

Sebutkan pH dari bahan tersebut!

<p>5,0 - 8,0</p> Signup and view all the answers

Bahan ini sangat sedikit larut dalam __________ (95%).

<p>etanol</p> Signup and view all the answers

Apa yang dapat mempengaruhi stabilitas bahan ini?

<p>Cahaya (B)</p> Signup and view all the answers

Cocokkan bahan dengan kompatibilitasnya:

<p>Aluminium = Inkompatibel Kalsium = Inkompatibel Salisilat = Inkompatibel Etanol = Kompatibel</p> Signup and view all the answers

Bahan ini berbentuk bubuk amorf putih atau kekuningan.

<p>True (A)</p> Signup and view all the answers

Berapa berat molekul (BM) dari natrium fosfat monobasa?

<p>119,98 g/mol</p> Signup and view all the answers

Flashcards are hidden until you start studying

Study Notes

Studi Kasus Farmasi Industri

  • Kelompok 5 yang terdiri dari 8 anggota bekerja pada pengembangan sediaan tetes mata kloramfenikol.
  • Tujuan penelitian adalah mengetahui pertimbangan dan rancangan pengembangan sediaan tersebut termasuk format dokumentasi untuk mendapatkan nomor izin edar (NIE).

Pertimbangan untuk Pengembangan

  • Tetes mata kloramfenikol harus memiliki dasar pertimbangan yang kuat untuk dikembangkan dan diproduksi secara komersial.
  • Aspek keamanan, efektivitas, dan kompatibilitas menjadi fokus utama dalam pengembangan produk.

Rancangan Pengembangan

  • Rancangan formulasi mulai dari pemilihan bahan aktif hingga eksipien yang diperlukan.
  • Desain kemasan harus mempertimbangkan faktor fungsional dan estetika untuk menarik konsumen serta menjaga kualitas produk.

Studi Preformulasi

  • Purified Water
    • Titik didih: 100°C; Titik lebur: 0°C; pH: 4,5 - 7,0.
    • Stabil dan larut dalam sebagian besar pelarut polar, tetapi harus dijaga dari kontaminasi.
  • Osmolaritas
    • Ukuran konsentrasi zat terlarut; Osmolaritas ideal untuk mata: 302 ± 8 mOsm.
    • Mengetahui tonisitas penting untuk mencegah iritasi mata.
  • Bahan Aktif
    • Kloramfenikol dengan berat molekul (BM) 360 g/mol; berbentuk bubuk amorf atau gel.
    • Dikenal karena rasa pahit dan higroskopis, perlu dikemas dengan baik untuk mencegah degradasi.

Stabilitas dan Kompatibilitas

  • Penting untuk menghindari penggunaan bahan-bahan yang inkompatibel seperti aluminium, surfaktan anionik, dan bahan logam lainnya.
  • Penanganan harus dilakukan untuk mencegah pengaruh cahaya dan udara terhadap stabilitas sediaan.

Rancangan Dokumentasi

  • Dokumentasi sesuai dengan standar untuk proses mendapatkan NIE, mencakup semua tahapan pengembangan dan pengujian.
  • Harus mencantumkan semua spesifikasi teknis dari setiap komponen dan hasil evaluasi produk.

Kesimpulan

  • Proses pengembangan sediaan tetes mata kloramfenikol memerlukan pendekatan sistematis untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk.
  • Rancangan formulasi dan pengemasan yang baik adalah kunci untuk kesuksesan di pasar.

Studying That Suits You

Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.

Quiz Team

Related Documents

PPT INDUSTRI_K5 PDF

More Like This

Chloramphenicol
9 questions

Chloramphenicol

MeaningfulLarimar avatar
MeaningfulLarimar
Pharmacology: Chloramphenicol
5 questions
Chloramphenicol Overview
8 questions
Use Quizgecko on...
Browser
Browser