Podcast
Questions and Answers
Agonis adalah kemampuan obat untuk mencegah mekanisme yang menyebabkan respon biologis.
Agonis adalah kemampuan obat untuk mencegah mekanisme yang menyebabkan respon biologis.
False (B)
Antagonis kompetitif adalah antagonis yang dapat terikat secara reversibel pada reseptor.
Antagonis kompetitif adalah antagonis yang dapat terikat secara reversibel pada reseptor.
True (A)
Antagonis non-kompetitif memiliki afinitas yang lemah terhadap reseptor.
Antagonis non-kompetitif memiliki afinitas yang lemah terhadap reseptor.
False (B)
Grafik efek dosis menunjukkan hubungan antara dosis obat dan respon biologis.
Grafik efek dosis menunjukkan hubungan antara dosis obat dan respon biologis.
Antagonis kompetitif akan menggeser posisi agonis jika agonis berada dalam jumlah lebih sedikit.
Antagonis kompetitif akan menggeser posisi agonis jika agonis berada dalam jumlah lebih sedikit.
Antagonis non-kompetitif dapat terikat secara permanen pada reseptor.
Antagonis non-kompetitif dapat terikat secara permanen pada reseptor.
Efikasi obat hanya dipengaruhi oleh dosis yang digunakan.
Efikasi obat hanya dipengaruhi oleh dosis yang digunakan.
Kompetisi antara agonis dan antagonis tidak mempengaruhi respon biologis.
Kompetisi antara agonis dan antagonis tidak mempengaruhi respon biologis.
Antagonis non-kompetitif mengubah bentuk sisi ortosterik sehingga ligan tidak bisa berikatan.
Antagonis non-kompetitif mengubah bentuk sisi ortosterik sehingga ligan tidak bisa berikatan.
Selalu dibutuhkan reseptor baru untuk memperbaiki respon setelah paparan agonis yang terus menerus.
Selalu dibutuhkan reseptor baru untuk memperbaiki respon setelah paparan agonis yang terus menerus.
Desensitisasi terjadi secara gradual selama terpapar agonis.
Desensitisasi terjadi secara gradual selama terpapar agonis.
Downregulasi adalah proses peningkatan sintesis reseptor baru.
Downregulasi adalah proses peningkatan sintesis reseptor baru.
Peningkatan sintesis enzim metabolisme dapat mengakibatkan toleransi terhadap obat.
Peningkatan sintesis enzim metabolisme dapat mengakibatkan toleransi terhadap obat.
Agonis selalu dapat memicu respon seluler meskipun piringan dosis tidak dapat mempengaruhi tingkat respon.
Agonis selalu dapat memicu respon seluler meskipun piringan dosis tidak dapat mempengaruhi tingkat respon.
Toleransi dapat terjadi ketika dosis obat yang sama diberikan berulang kali.
Toleransi dapat terjadi ketika dosis obat yang sama diberikan berulang kali.
Makin tinggi maksimum respon, makin tinggi efikasi obat.
Makin tinggi maksimum respon, makin tinggi efikasi obat.
Mekanisme penyerapan reseptor tidak berkaitan dengan internalisasi atau sequestrasi.
Mekanisme penyerapan reseptor tidak berkaitan dengan internalisasi atau sequestrasi.
ED50 yang lebih rendah menunjukkan potensi yang lebih rendah dari obat.
ED50 yang lebih rendah menunjukkan potensi yang lebih rendah dari obat.
Agonisme adalah proses di mana obat menghalangi efek dari reseptor.
Agonisme adalah proses di mana obat menghalangi efek dari reseptor.
Antagonisme kompetitif melibatkan ligan yang bersaing dengan agonis untuk mengikat reseptor yang sama.
Antagonisme kompetitif melibatkan ligan yang bersaing dengan agonis untuk mengikat reseptor yang sama.
Grafik dosis-respon menunjukkan hubungan antara dosis obat dan efek yang dihasilkan.
Grafik dosis-respon menunjukkan hubungan antara dosis obat dan efek yang dihasilkan.
Antagonisme non-kompetitif tidak mempengaruhi pengikatan agonis pada reseptor.
Antagonisme non-kompetitif tidak mempengaruhi pengikatan agonis pada reseptor.
Reseptor memerlukan afinitas yang lemah agar obat bisa memberikan efek.
Reseptor memerlukan afinitas yang lemah agar obat bisa memberikan efek.
Makin ke kiri pada grafik dosis-respon menunjukkan potensi obat yang lebih tinggi.
Makin ke kiri pada grafik dosis-respon menunjukkan potensi obat yang lebih tinggi.
Flashcards
Molekul Obat sebagai Ligan Reseptor
Molekul Obat sebagai Ligan Reseptor
Molekul obat yang berikatan secara spesifik dengan reseptor di sel.
Afinitas
Afinitas
Kekuatan ikatan antara molekul obat dan reseptor.
Aktivitas Intrinsik
Aktivitas Intrinsik
Kemampuan molekul obat untuk menghasilkan respon setelah berikatan dengan reseptor.
Potensi (obat)
Potensi (obat)
Signup and view all the flashcards
Efikasi
Efikasi
Signup and view all the flashcards
Grafik Dosis-Respon (Log)
Grafik Dosis-Respon (Log)
Signup and view all the flashcards
ED50
ED50
Signup and view all the flashcards
Reseptor jenuh obat
Reseptor jenuh obat
Signup and view all the flashcards
Desensitisasi
Desensitisasi
Signup and view all the flashcards
Toleransi (terhadap obat)
Toleransi (terhadap obat)
Signup and view all the flashcards
Downregulasi
Downregulasi
Signup and view all the flashcards
Internalisasi/Sequestrasi
Internalisasi/Sequestrasi
Signup and view all the flashcards
Antagonis nonkompetitif
Antagonis nonkompetitif
Signup and view all the flashcards
Metabolisme obat
Metabolisme obat
Signup and view all the flashcards
Agonis
Agonis
Signup and view all the flashcards
Habisnya messenger
Habisnya messenger
Signup and view all the flashcards
Sisi Ortosterik Reseptor
Sisi Ortosterik Reseptor
Signup and view all the flashcards
Antagonis IReversibel
Antagonis IReversibel
Signup and view all the flashcards
Antagonis Reversibel
Antagonis Reversibel
Signup and view all the flashcards
Study Notes
Kuliah Farmakologi Blok 1D
- Dosen: dr. Yacobus Christian Prasetyo, M.Biomed., C.Herbs.
- Bagian: Farmakologi, Fakultas Kedokteran
- Universitas: Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta
Tujuan Pembelajaran
- Mahasiswa memahami dan menjelaskan kembali prinsip kerja obat (reseptor sebagai target obat, desensitisasi, dan toleransi).
- Mahasiswa memahami dan menjelaskan kembali metabolisme obat.
Pretest
- Slide ini berisi pertanyaan yang berfokus pada gambar foto kumpulan mahasiswa.
- Pertanyaan: Dari gambar tersebut, manakah yang disebut sebagai sel?
Materi Farmakodinamik
- Obat harus sampai ke targetnya di sel agar memberi efek.
- Ilmu yang mempelajari kerja obat dalam mempengaruhi tubuh.
Reseptor
- Makromolekul di dalam sel yang berinteraksi dengan ligan untuk memicu respon biologis.
- Reseptor mengenali molekul spesifik untuk mengaktifkan respon biologis.
- Area ortosterik adalah tempat obat berikatan untuk memicu efek dan mengaktifkan respon biologis.
- Area alosterik adalah sisi reseptor yang lain untuk mengikat ligan.
Macam-Macam Reseptor
- Terdapat beberapa jenis reseptor, seperti:
- Channel-linked receptors
- G-protein-coupled receptors
- Enzyme-linked receptors
- Intracellular receptors
Molekul Obat sebagai Ligan Reseptor
- Obat harus spesifik dan memiliki afinitas yang kuat dengan reseptor.
- Aktivitas intrinsik adalah kemampuan obat untuk memicu respon setelah berikatan dengan reseptor.
Potensi, Efikasi, dan Grafik Dosis-Respon (Log)
- Potensi: mengacu pada dosis obat untuk menghasilkan efek tertentu (makin ke kiri, makin poten).
- Efikasi: mengacu pada respon maksimal yang dapat dipicu oleh obat.
- Grafik dosis-respon (Log): menunjukkan hubungan antara dosis obat dengan respon yang dihasilkannya.
Coba Bandingkan
- Perbandingan grafik dosis-respon obat.
- Pertanyaan potensi dan efikasi berdasarkan grafik perbandingan.
Agonisme dan Antagonisme
- Agonisme: kemampuan obat mengaktifkan mekanisme untuk memicu respon biologis.
- Antagonisme: kemampuan obat mencegah atau menghambat mekanisme untuk memicu respon biologis.
Antagonis Kompetitif
- Antagonis kompetitif: antagonis reversibel yang menduduki sisi ortosterik reseptor.
- Agonis dengan jumlah lebih banyak dapat "menggeser" atau mengalahkan antagonis.
Antagonis Non-Kompetitif
- Antagonis non-kompetitif: antagonis ireversibel, menduduki lokasi di sisi ortosterik atau allosterik reseptor.
- Tidak dapat dihilangkan oleh jumlah agonis yang lebih banyak.
Desensitisasi dan Toleransi
- Menurunnya kemampuan sel untuk menghasilkan respon terhadap obat (terpapar secara terus menerus).
- Mekanisme proteksi sel untuk mencegah overstimulasi.
- Terdapat dua jenis desensitisasi:
- Takifilaksis: desensitisasi yang terjadi cepat setelah pemaparan pertama.
- Toleransi: desensitisasi yang terjadi secara bertahap dan sering terjadi pada dosis obat yang berulang.
Mekanisme Desensitisasi dan Toleransi
- Downregulasi: berkurangnya sintesis reseptor baru.
- Internalisasi/Sequestrasi: meningkatnya degradasi reseptor melalui endositosis.
Mekanisme Terjadinya Desensitisasi dan Toleransi
- Pengurangan neurotransmitter.
- Peningkatan enzim metabolisme.
- Adaptasi fisiologis tubuh.
Metabolisme Obat
- Metabolisme obat: mengubah obat menjadi bentuk yang lebih atau kurang aktif.
- Terutama di dalam hati (hepar).
- Fase I: mengubah obat nonpolar menjadi polar melalui oksidasi, hidrolisis, dan reduksi.
- Fase II: mengkonjugasi obat dengan senyawa lain (metilasi, asetilasi, sulfasi, dan lain-lain), sehingga lebih polar dan mudah larut dalam air.
Saran Bacaan
- Daftar buku dan jurnal yang recommended untuk dipelajari lebih lanjut.
Studying That Suits You
Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.
Related Documents
Description
Quiz ini dirancang untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mempelajari Farmakologi, khususnya pada blok 1D. Peserta diharapkan dapat memahami konsep dasar tentang prinsip kerja obat, metabolisme, serta peran reseptor dalam respons biologis. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi ini.