Makalah PDF - Salmonella Sp dan Vibrio Cholera | Universitas Bengkulu

Summary

Makalah ini, yang berasal dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu, membahas topik-topik penting dalam mikrobiologi, khususnya tentang Salmonella Sp dan Vibrio Cholera. Dokumen ini mencakup informasi rinci tentang struktur, patogenesis, diagnosa, dan pemeriksaan terhadap bakteri tersebut. Disertakan pula metode pemeriksaan laboratorium dan kultur.

Full Transcript

Salmonella Sp Salmonella Sp Gram negatif, anaerob fakultatif, non motil, tidak membentuk endospora Sebagian flora normal di intestinum Sebagian patogen Salmonelloasis, Salmonella gastroenteritis Spesies yang patogenik pada manusia S.thypi thypoid fev...

Salmonella Sp Salmonella Sp Gram negatif, anaerob fakultatif, non motil, tidak membentuk endospora Sebagian flora normal di intestinum Sebagian patogen Salmonelloasis, Salmonella gastroenteritis Spesies yang patogenik pada manusia S.thypi thypoid fever Transmisi melalui fecal oral Faktor Virulence Salmonella Sp 1. Vi antigen kapsular, menghambat fagositosis dan aktivasi complemen C3, menghambat opsonisasi nonspesifik 2. Somatic O antigen (dinding sel atau LPS)  sangat imunogenik, diagnosis serologi 3. Flagella (H antigen)  recognisi flagellin dengan TLR-5 dan NAIP receptors, digunakan untuk determinasi sumber infeksi dan penyebaran 4. Fimbrae (adhesion protein) dan Pili  berfungsi selama infeksi dan kolonisasi pada host Immunopatogenesis Salmonella sp https://www.youtube.com/watch?v=j5GvvQJV D_Y&ab_channel=DrMarioFeldman Diagnosis Anamnesis: Demam nokturnal, gejala gastrointestinal (mual, muntah, diare, obstipasi), lemas, pusing unspesifik Pemeriksaan Fisik: Suhu subfebris-febris, typhoid tongue, bradikardi relatif, nyeri tekan abdomen Pemeriksaan Penunjang: hematologi. Pemeriksaan Serologi (Widal/Tubex), Pemeriksaan kultur darah, pemeriksaan PCR. Salmonellosis : gejala diare dan demam dengan subfebris Confirmed: isolasi organisme dari spesimen (feses/ darah) Pemeriksaan Salmonella sp Gold standar  isolasi bakteri penyebab (bahan: darah/ sumsum tulang) Test Sensitivitas (%) Spesifisitas (%) Kultur 51,8 100 TP-test 96,0 96,6 Tubex 60,2 89,9 Typhidot 59,6 80,0 Widal > 1:320 14,9 86,3 Widal 4 fold titer series 12,6 100 Khanna A, Khanna M, Gill KS. Comparative Evaluation of Tubex TF (Inhibition Magnetic Binding Immunoassay) for Typhoid Fever in Endemic Area. J Clin Diagn Res. 2015;9(11):Dc14-7. Tubex TF Tubex TF® merupakan tes aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksihanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida O-9 S.typhi yang mulai muncul pada hari ke 3-4 demam sehingga dapat dilakukan sebagai deteksi awal demam tifoid. Kultur Darah Menggunakan spesimen darah sebanyak 3-5 mL diambil tanpa koagulan Darah diinkubasi kemudian ditanam pada media Ox Gal dan media SSA untuk mendeterminasi bentuk koloni dan sifat biokimia Pemeriksaan PCR Darah 3-5 cc Isolasi DNA PCR Interpretasi Salmonella Shigella Agar SS agar adalah media selektif dan diferensial untuk isolasi Salmonella dan Shigella Bile salts dan briliant green dye menghambat pertumbuhan gram positif Medium mengandung laktosa untuk mendiferensiasi bakteri yang dapat menfermentasi laktosa Acid yang dihasilkan dari fermentasi laktosa menyebabkan neutral red sehingga warna koloni menjadi pink Bakteri yang tidak menfermentasi laktosa tidak berwarna (colorless) SSA mengandung sodium thiosulfat dan ferric ammonium citrate untuk mendiferensiasi bakteri yang memperoduksi H2S Salmonella Shigella Agar Gram Negatif Negatif Negatif Laktose fermenter Yes No No Produce H2S No Yes No Vibrio Cholera Struktur Vibrio Cholera Menyebabkan infeksi saluran gastrointestinal disebabkan oleh toksin yang dihasilkan Gram negatif, berbentuk koma, motile mempunyai polar flagel, merupakan gram negatif enterik bacteria Terdiri dari ratusan serogrup, namun penyebab penyakit O1 dan O139 Dapat memfermentasi sukrosa dan manosa tetapi tidak arabinosa Transmisi melalui fecal oral Struktur Vibrio Cholera - Koloni berbentuk conveks, smooth, round colonies that are opaque and granular in transmitted light. - Tumbuh baik suhu 37 °C pada berbagai media yang mengandung mineral garam dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. - Tumbuh baik mada media on thiosulfate- citrate-bile-sucrose (TCBS) agar, akan menghasilkan warna kuning emas dengan latar belakang hijau gelap (dark green) - Reaksi oksidase positif membedakan dengan enterobactericeace lain. Patogenesis Vibrio Cholera Setelah attachment ke sel host, V. cholera mengekspresikan coding virulence factor seperti toxin- co-regulated pilus (Tcp) dan toksin kolera. Toksin kolera terdiri dari 2 sub unit: CtxA dan CtxB berikatan dengan GM1 pada plasma membran melalui pentamer CtxB subunit. Ikatan toksin tersebut membentuk endositosis, kemudian secara transport retrograde ke RE sehingga mampu mengaktivasi ARF6. ARF6 yang terikat mengativasi subunit CtxA dan mengaktivasi adenyl cyclase dengan katalisis ADP ribosylase dari G protein-coupled receptor. Peningkatan cAMP menyebabkan PKA menyebabkan effluks ion dan cairan ke lumen intestinal sehingga menyebabkan diare. Patogenesis Vibrio Cholera - Bakteri tumbuh pada usus kecil dan meproduksi eksotoksin (cholera toxin) menyebabkan sel host mengeluarkan air dan elektrolit yang berlebihan. - Diare mengandung massa dari mukus di usus dan sel epitel yang disebut sebagai “air cucian beras” - Diagnosis berdasarkan klinis dan kultur feses Pemeriksaan Vibrio Cholera Pemeriksaan laboratorium: - Dark field test: Pemeriksaan konvensional dengan mikroskop langsung pada lapangan gelap kemungkinan akan melihat vibrio rapid motile. - Pembiakan dan Uji Biokimia Spesimen kultur berasal dari feses  isolasi, media selektif, uji biokimia dan patogenesitas Kultur: tumbuh baik pada agar peptone dan agar darah, dengan pH 9,0 atau pada TCBS agar koloni terbanyak setelah 18 jam. Untuk enrichment beberapa feses dapat diinkubasi pada in taurocholate-peptone broth (pH 8.0–9.0); - Uji serologi  Menggunakan strip test yang telah dilapisi antibodi - Specific Tests V cholerae organisms are further identified by slide agglutination tests using anti-O group 1 or group 139 antisera and by biochemical reaction patterns.

Use Quizgecko on...
Browser
Browser