K19&K20_Blok 7

Choose a study mode

Play Quiz
Study Flashcards
Spaced Repetition
Chat to Lesson

Podcast

Play an AI-generated podcast conversation about this lesson
Download our mobile app to listen on the go
Get App

Questions and Answers

Apa yang terjadi pada reseptor ketika terpapar kronis oleh agonis?

  • Kematian sel
  • Tidak ada perubahan pada jumlah reseptor
  • Downregulasi jumlah reseptor (correct)
  • Upregulasi jumlah reseptor

Apa yang terjadi pada reseptor nikotin ketika terpapar nikotin?

  • Tidak ada perubahan pada jumlah reseptor
  • Downregulasi jumlah reseptor
  • Upregulasi jumlah reseptor (correct)
  • Kematian sel

Apa yang terjadi pada respons seluler terhadap agonis setelah beberapa waktu?

  • Tidak ada perubahan pada respons seluler
  • Respons seluler meningkat
  • Respons seluler tidak terjadi
  • Respons seluler menurun (correct)

Apa yang dimaksud dengan Emax dalam farmakodinamika?

<p>Efek maksimal obat pada parameter yang diukur (D)</p> Signup and view all the answers

Apa yang dimaksud dengan EC50 dalam farmakodinamika?

<p>Konsentrasi obat yang memuat efek setengah maksimal (A)</p> Signup and view all the answers

Apa yang dimaksud dengan koefisien Hill dalam farmakodinamika?

<p>Slope of the relationship between drug concentration and drug effect (B)</p> Signup and view all the answers

Apa yang terjadi pada grafik hubungan antara konsentrasi obat dan efek obat?

<p>Ada konsentrasi di bawah yang tidak menunjukkan efek dan konsentrasi di atas yang tidak menunjukkan efek lebih besar (C)</p> Signup and view all the answers

Apa yang terjadi pada respons seluler terhadap agonis jika diberikan kembali?

<p>Respons seluler kembali normal (B)</p> Signup and view all the answers

Apa yang menyebabkan desensitisasi?

<p>Pemaparan kronis reseptor terhadap agonis (D)</p> Signup and view all the answers

Apa yang terjadi pada reseptor jika terjadi desensitisasi?

<p>Respons seluler menurun (D)</p> Signup and view all the answers

Flashcards are hidden until you start studying

Study Notes

Kelemahan Oral Administration

  • Absorpsi terbatas beberapa obat karena karakteristik fisik (misalnya, kelarutan air yang rendah atau permeabilitas membran yang buruk)
  • Emesis sebagai akibat iritasi pada mukosa GI
  • Penghancuran beberapa obat oleh enzim digestif atau pH lambung yang rendah
  • Irregularitas dalam absorpsi atau propulsi dalam kehadiran makanan atau obat lain
  • Ketergantungan pada kerja sama pasien
  • Eliminasi first-pass

Faktor yang Mempengaruhi Absorpsi dari GI Tract

  • Luas permukaan absorpsi
  • Aliran darah ke lokasi absorpsi
  • Keadaan fisik obat (larutan, suspensi, atau sediaan padat)
  • Kelarutan air obat
  • Konsentrasi obat di lokasi absorpsi

Administrasi Sublingual

  • Absorpsi dari mukosa oral memiliki signifikansi khusus untuk beberapa obat
  • Pengaliran vena dari mulut ke vena cava superior → bypass sirkulasi porta → terlindungi dari metabolisme first-pass cepat
  • Nitroglycerin sublingual → efektif karena non-ionik, memiliki kelarutan lipid tinggi, dan tidak terpengaruh oleh efek first-pass sebelum mencapai jantung dan sistem arteri

Kelebihan Injeksi Parenteral

  • Pengantaran obat dalam bentuk aktif
  • Ketersediaan yang lebih cepat, luas, dan prediktif
  • Dosis efektif dapat disampaikan dengan akurasi yang lebih baik
  • Cocok untuk dosis pemuatan obat sebelum memulai dosis pemeliharaan oral
  • Dalam terapi darurat dan ketika pasien tidak sadar, tidak kooperatif, atau tidak dapat menahan apa pun yang diberikan secara oral, terapi parenteral mungkin diperlukan

Kelemahan Injeksi Parenteral

  • Asepsis
  • Nyeri
  • Sulit bagi pasien untuk melakukan injeksi sendiri jika perlu

Absorpsi Paru

  • Gaseous dan volatile drugs → dihirup dan diserap melalui epitelium dan mukosa saluran pernapasan
  • Akses ke sirkulasi sangat cepat karena luas permukaan paru-paru yang besar

Kelebihan Absorpsi Paru

  • Absorpsi cepat obat ke dalam darah
  • Penghindaran kehilangan first-pass hati
  • Aplikasi lokal obat di lokasi yang diinginkan

Aplikasi Topikal

Mucous Membranes

  • Obat diterapkan pada mukosa okul, nasofaring, orofaring, vagina, kolon, uretra, dan kandung kemih untuk efek lokal
  • Absorpsi dari lokasi tersebut umumnya sangat baik

Kulit: Absorpsi Transdermal

  • Absorpsi tergantung pada luas permukaan aplikasi dan kelarutan lipid
  • Absorpsi sistemik obat terjadi lebih mudah melalui kulit yang rusak, terbakar, atau denuded
  • Efek toksik dapat timbul dari absorpsi melalui kulit zat-zat yang sangat lipofilik

Studying That Suits You

Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.

Quiz Team
Use Quizgecko on...
Browser
Browser