Podcast
Questions and Answers
In the context of governmental accounting, which statement best describes the role of accounting data?
In the context of governmental accounting, which statement best describes the role of accounting data?
- It primarily serves to fulfill compliance requirements related to international accounting standards.
- It is exclusively used for internal audits to detect fraud within governmental departments.
- It is utilized to report financial transactions solely to the executive branch for operational decision-making.
- It informs economic decisions by various stakeholders, including the executive, legislative, judiciary, and the public. (correct)
Which of the following scenarios exemplifies horizontal accountability in public finance?
Which of the following scenarios exemplifies horizontal accountability in public finance?
- A government agency being audited by an internal audit team within the same agency.
- A government official being investigated by an ethics committee for alleged misconduct.
- A local government submitting its financial reports to a higher-level government authority for review.
- A government disclosing its financial information and being scrutinized by the general public. (correct)
What is the MOST accurate interpretation of 'Keuangan Negara' as defined by Indonesian law?
What is the MOST accurate interpretation of 'Keuangan Negara' as defined by Indonesian law?
- It is limited to foreign exchange reserves held by the central bank.
- It encompasses only the monetary assets directly controlled by the central government.
- It includes all rights and obligations of the state that can be valued in monetary terms, as well as anything that can become state property. (correct)
- It refers exclusively to budgetary allocations approved by the parliament.
In the context of Indonesian financial regulations, what is the significance of Undang-Undang No. 17 Tahun 2003?
In the context of Indonesian financial regulations, what is the significance of Undang-Undang No. 17 Tahun 2003?
What was the MOST notable change in the hierarchy of Indonesian laws after the post-reform era, specifically concerning 'Tap MPR'?
What was the MOST notable change in the hierarchy of Indonesian laws after the post-reform era, specifically concerning 'Tap MPR'?
According to the current legal framework in Indonesia, which of the following sequences correctly orders the hierarchy of perundang-undangan from highest to lowest?
According to the current legal framework in Indonesia, which of the following sequences correctly orders the hierarchy of perundang-undangan from highest to lowest?
Which statement accurately reflects the role of the 'Pedoman Akuntansi Pemerintahan' (PAP) and 'Standar Akuntansi Pemerintahan' (SAP) in Indonesia?
Which statement accurately reflects the role of the 'Pedoman Akuntansi Pemerintahan' (PAP) and 'Standar Akuntansi Pemerintahan' (SAP) in Indonesia?
According to Permendagri No. 64 Tahun 2013, what is the PRIMARY objective of the Sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah (SAPD)?
According to Permendagri No. 64 Tahun 2013, what is the PRIMARY objective of the Sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah (SAPD)?
What is the MOST critical function of the Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) as mandated by Permendagri No. 64 Tahun 2013?
What is the MOST critical function of the Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) as mandated by Permendagri No. 64 Tahun 2013?
In the context of Indonesian public financial management, what is the significance of the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)?
In the context of Indonesian public financial management, what is the significance of the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)?
Which of the following BEST describes the function of accounting in managing state finances?
Which of the following BEST describes the function of accounting in managing state finances?
According to the provided information, which regulation provides guidance on the structure of regional financial institutions and the roles of various parties in managing regional finances?
According to the provided information, which regulation provides guidance on the structure of regional financial institutions and the roles of various parties in managing regional finances?
What is the primary responsibility of the Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) within the structure of regional financial management?
What is the primary responsibility of the Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) within the structure of regional financial management?
What is the role of the Bendahara Penerimaan in the context of APBD execution?
What is the role of the Bendahara Penerimaan in the context of APBD execution?
What is the significance of the Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 concerning Perbendaharaan Negara in the context of managing state finances?
What is the significance of the Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 concerning Perbendaharaan Negara in the context of managing state finances?
What is the general timeline for preparing until ratifying the APBN?
What is the general timeline for preparing until ratifying the APBN?
What is the significance of the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) and the regulations that govern the audit system?
What is the significance of the Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) and the regulations that govern the audit system?
What is the maximum time-frame to give the public the pertanggungjawaban in the form of Perhitungan APBN?
What is the maximum time-frame to give the public the pertanggungjawaban in the form of Perhitungan APBN?
Which of the following statements accurately describes a key challenge in managing state finances according to the text?
Which of the following statements accurately describes a key challenge in managing state finances according to the text?
What is the importance of having clear regulations in the financial management of a state?
What is the importance of having clear regulations in the financial management of a state?
Flashcards
What is Government Accounting?
What is Government Accounting?
A process to identify, measure, record, and report economic transactions of public entities, used for decision-making.
What is Public Accountability?
What is Public Accountability?
The obligation to account for activities and be answerable to a principal who has the right to demand accountability.
What is 'State Finance'?
What is 'State Finance'?
All rights and obligations the state can value in money, including assets and anything considered state property.
What is Law No. 17/2003?
What is Law No. 17/2003?
Signup and view all the flashcards
What does Permendagri 64/2013 regulate?
What does Permendagri 64/2013 regulate?
Signup and view all the flashcards
What is LKPD?
What is LKPD?
Signup and view all the flashcards
What is the Fundamental of Financial Management?
What is the Fundamental of Financial Management?
Signup and view all the flashcards
Who is PPKD?
Who is PPKD?
Signup and view all the flashcards
Who is Pengguna Anggaran (PA)?
Who is Pengguna Anggaran (PA)?
Signup and view all the flashcards
Who is Bendahara Penerimaan?
Who is Bendahara Penerimaan?
Signup and view all the flashcards
What is Pengelolaan Keuangan Daerah
What is Pengelolaan Keuangan Daerah
Signup and view all the flashcards
What are the APBD Stages?
What are the APBD Stages?
Signup and view all the flashcards
Study Notes
Akuntansi Pemerintah
- Akuntansi pemerintah mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan melaporkan transaksi keuangan entitas publik.
- Entitas publik meliputi pemerintah dan LSM dan data akuntansi memberikan informasi kepada eksekutif, legislatif, yudikatif, dan masyarakat.
- Menurut Mardiasmo (2004), akuntabilitas publik adalah kewajiban agen untuk memberikan pertanggungjawaban kepada principal yang berhak memintanya.
- Akuntabilitas publik terbagi menjadi pertanggungjawaban vertikal kepada otoritas yang lebih tinggi dan horizontal kepada masyarakat luas.
- Dalam teori keagenan, pemerintah (agen) menyajikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna (prinsipal) untuk menilai akuntabilitas.
- Akuntansi pemerintah berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola sumber daya publik serta mendukung pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik.
- Tujuan utama adalah menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
- Pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif memastikan pengeluaran dan pendapatan dikelola secara tepat dan sesuai dengan peraturan.
- Akuntabilitas kepada publik meningkatkan akuntabilitas pemerintah terhadap penggunaan dana publik.
Keuangan Negara dan Daerah
- "Keuangan Negara" adalah semua hak dan kewajiban negara yang dinilai dengan uang, serta segala sesuatu yang dapat dijadikan milik negara terkait hak dan kewajiban.
- Keuangan daerah mencakup semua hak dan kewajiban pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu yang dapat dijadikan milik pemerintah daerah terkait hak dan kewajiban.
- Ruang lingkup keuangan negara meliputi hak negara memungut pajak, mengeluarkan uang, melakukan pinjaman, kewajiban tugas layanan umum, penerimaan dan pengeluaran negara/daerah, kekayaan negara/daerah, kekayaan pihak lain yang dikuasai pemerintah atau diperoleh dengan fasilitas pemerintah.
- UU Keuangan Negara (No. 17 Tahun 2003) menyatukan pengaturan sistem pengelolaan keuangan negara dan daerah.
Regulasi Keuangan Negara dan Daerah
- UU No. 17 Tahun 2003 mendefinisikan dan mengatur hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, mencakup transaksi keuangan, pengelolaan aset, dan pertanggungjawaban keuangan negara.
- UU No. 1 Tahun 2004 mengatur tata kelola perbendaharaan, manajemen kas, dan pengelolaan aset negara.
- UU No. 15 Tahun 2004 memberikan dasar hukum untuk pemeriksaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara.
- UU No. 22 Tahun 2009 mengatur pengelolaan keuangan daerah, meliputi pendapatan asli daerah, dana perimbangan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.
- UU No. 32 Tahun 2004 mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk aspek pengelolaan keuangan daerah sebagai bagian dari otonimi daerah.
- Peraturan Pemerintah (PP) mengatur teknis pelaksanaan undang-undang, seperti penyusunan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBN/APBD.
- Acuan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yaitu pedoman dan standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
- Daftar regulasi saling melengkapi untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan sumber daya publik.
- Permendagri No. 64 Tahun 2013 mengatur Sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah (SAPD) yang bertujuan untuk mengatur cara pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
- Dalam Permendagri ini, pemerintah daerah diwajibkan menerapkan sistem akuntansi yang mematuhi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
- SAPD mencakup pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban atas penggunaan dana daerah.
- Permendagri mengharuskan pemerintah daerah menyusun beberapa laporan keuangan seperti Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas.
- Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berfungsi sebagai alat kontrol dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
- Permendagri memberikan pedoman teknis dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan anggaran daerah.
- Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 mengatur hal-hal yang terkait pengelolaan keuangan negara yang mencakup.
- Keuangan negara dikelola berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transparansi, serta menggunakan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.
- Penggunaan dana negara harus dipertanggungjawabkan kepada publik, dan laporan keuangan harus memenuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
- Undang-Undang mengatur bagaimana anggaran negara harus disusun, digunakan, dan dilaporkan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan dana publik.
- Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 menggantikan Indische Comptabiliteitswet (ICW) dan bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
- UU ini mengatur pejabat perbendaharaan negara, pelaksanaan pendapatan dan belanja negara/daerah, pengelolaan uang, piutang, dan utang.
- Investasi dan pengelolaan aset negara/daerah juga diatur, serta larangan penyitaan uang dan barang milik negara/daerah.
- Mengatur pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan negara, yaitu penatausahaan dan pertanggungjawaban APBN/APBD.
- Undang-Undahg Nomor 15 Tahun 2004 mengatur mekanisme pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
- UU ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- BPK berwenang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, termasuk pemeriksaan keuangan, kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
- Lembaga negara, kementerian, lembaga non-kementerian, dan pemerintah daerah wajib menyusun laporan keuangan yang akan diperiksa oleh BPK.
- BPK menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangan masing-masing.
- Pejabat atau instansi yang diperiksa wajib menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh BPK dalam laporan hasil pemeriksaan.
- Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum, BPK dapat menyerahkan temuan kepada pihak berwenang seperti Kepolisian, Kejaksaan, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dasar Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah
- Sistem akuntansi pemerintahan yang baik dapat menunjukkan bagaimana dana negara dan daerah digunakan, serta memastikan bahwa penggunaan dana sesuai dengan peraturan yang ada.
- Pemerintah diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
- Laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi oleh DPRD, BPK, dan masyarakat.
- Sistem akuntansi pemerintahan memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap pengeluaran dan pendapatan negara, sehingga dapat menghindari pemborosan dan penyalahgunaan anggaran
- Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan sistem akuntansi pemerintahan harus diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
- BPK memastikan bahwa semua kegiatan pemerintah telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Struktur Kelembagaan Keuangan Daerah
- Struktur ini bertujuan untuk mencapai efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam penggunaan anggaran.
- Peraturan Bupati No. 29 Tahun 2015 memberikan pedoman mengenai struktur kelembagaan keuangan daerah serta peran masing-masing pihak dalam mengelola keuangan daerah.
- Yang termasuk struktur kelembagaan keuangan daerah adalah:
- Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perangkat daerah sebagai pengguna anggaran dan barang dalam lingkup pemerintahan daerah.
- Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD), unit kerja yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah.
- Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), Kepala SKPKD yang bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) dan melaksanakan pengelolaan APBD.
- Pengguna Anggaran (PA), pejabat yang memegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD.
- Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pejabat yang diberi wewenang oleh PA.
- Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD), Pejabat yang menangani administrasi keuangan di SKPD.,
- Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai bidang tugasnya.
- Bendahara Penerimaan, pejabat fungsional yang menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD.
- Bendahara Pengeluaran, pejabat fungsional yang bertanggung jawab atas penerimaan, penyimpanan, pembayaran, serta pertanggungjawaban keuangan daerah.
Peran dalam Pengelolaan Keuangan Daerah
- PPKD bertanggung jawab dalam pelaksanaan APBD, termasuk pencairan dan pengendalian anggaran daerah.
- PA menyusun dokumen anggaran (RKA & DPA) serta mengawasi pelaksanaannya.
- Bendahara Pengeluaran bertugas menyalurkan dana sesuai dengan instruksi PA atau KPA.
- PPK-SKPD bertanggung jawab atas pelaporan keuangan dan verifikasi pertanggungjawaban keuangan.
- Bendahara Penerimaan mengelola pendapatan daerah, termasuk pajak dan retribusi.
- PPTK mengendalikan pelaksanaan program agar sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan.
- PA/KPA melakukan pemeriksaan kas secara berkala untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai ketentuan.
- Struktur kelembagaan keuangan daerah yang diatur dalam Peraturan Bupati No. 29 Tahun 2015 dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.
- Pembagian tugas dan wewenang yang jelas mendukung keberhasilan program dan kebijakan pembangunan daerah secara optimal.
Tahapan APBD
- Ada 4 tahap yang harus dilakukan untuk menyusun APBD, yaitu perencanaan, pembahasan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
- Perancangan dan pengajuan dilakukan pemerintah daerah kepada DPRD pada minggu pertama Oktober sebelum penetapan anggaran.
- Pembahasan dan persetujuan membahas rancangan dengan usulan dari DPRD, paling lambat 1 bulan sebelum pelaksanaan APBN dan APBD
- Pelaksanaan yang di jelaskan melalui keputusan gubernur, bupati atau walikota dan terakhir.
- Pertanggung jawaban.
Tahapan APBN
- APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang.
- APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara.
- Rancangan APBN, berpedoman kepada rencana kerja Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara dan Pemerintah Pusat menyampaikan pokok pokok.
- Pemerintah Pusat dan DPR membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh Pemerintah Pusat.
- Pemerintah Pusat bersama DPR membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian negara/lembaga dalam penyusunan usulan anggaran.
- Menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran.
- Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah.
- Rencana kerja dan anggaran disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai disertai dengan prakiraan belanja.
- Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan rancangan undang undang tentang APBN dan Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan UU.
- Pembahasan Rancangan UU tentang APBN dilakukan sesuai dengan UU dan Pengambilan keputusan oleh DPR.
Kesimpulan
- Keuangan negara dan daerah adalah aspek penting dan pengaturannya didasarkan pada peraturan perundang-undangan, untuk transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
- Pemerintah wajib mengelola anggaran sesuai prinsip tata kelola yang baik dan mekanisme pengawasan penting untuk kepatuhan terhadap regulasi.
- Dalam implementasinya, tantangan meliputi ketimpangan fiskal, efektivitas penyerapan anggaran, dan potensi penyalahgunaan dana publik.
- Regulasi yang berkelanjutan, penguatan pengawasan, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola keuangan lebih profesional dan bertanggung jawab itu penting.
- Diharapkan pengelolaan keuangan negara dan daerah dapat berjalan lebih optimal dengan peraturan yang jelas dan implementasi yang baik.
Studying That Suits You
Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.