Podcast
Questions and Answers
Dalam konteks penetapan tujuan SMART
, mengapa penting untuk sasaran menjadi terikat waktu (time-bound)?
Dalam konteks penetapan tujuan SMART
, mengapa penting untuk sasaran menjadi terikat waktu (time-bound)?
- Untuk memberikan fleksibilitas maksimum tanpa batasan waktu.
- Untuk menciptakan rasa urgensi dan fokus dalam mencapai sasaran. (correct)
- Untuk memastikan bahwa sasaran dapat dicapai dengan sumber daya yang tidak terbatas.
- Untuk menghindari kebutuhan untuk mengukur keberhasilan berdasarkan indikator.
Bagaimana seorang pemimpin situasional yang efektif menyesuaikan pendekatan mereka saat bekerja dengan anggota tim pada Tingkat Perkembangan D2 (Pembelajar yang Kecewa)?
Bagaimana seorang pemimpin situasional yang efektif menyesuaikan pendekatan mereka saat bekerja dengan anggota tim pada Tingkat Perkembangan D2 (Pembelajar yang Kecewa)?
- Dengan memberikan otonomi penuh dan mendelegasikan tugas tanpa pengawasan.
- Dengan mengurangi harapan kinerja dan memberikan penugasan yang lebih sederhana yang tidak meregangkan kemampuan mereka.
- Dengan menawarkan arahan yang lebih jelas, bimbingan, dan dukungan emosional untuk mengatasi rasa frustrasi dan kurangnya kepercayaan diri. (correct)
- Dengan fokus terutama pada penetapan tujuan yang agresif dan menantang mereka untuk meningkatkan kinerja.
Dalam konteks kepemimpinan situasional, apa implikasi potensial dari seorang pemimpin yang secara konsisten menggunakan gaya S1 (Pengarahan) dengan anggota tim yang telah mencapai Tingkat Perkembangan D4 (Pekerja Ahli)?
Dalam konteks kepemimpinan situasional, apa implikasi potensial dari seorang pemimpin yang secara konsisten menggunakan gaya S1 (Pengarahan) dengan anggota tim yang telah mencapai Tingkat Perkembangan D4 (Pekerja Ahli)?
- Peningkatan kepuasan kerja dan retensi karyawan karena bimbingan yang berkelanjutan.
- Peningkatan efisiensi dan produktivitas karena arahan yang jelas dan ringkas.
- Penurunan motivasi, keterlibatan, dan potensi pertumbuhan karena kurangnya otonomi dan pengakuan. (correct)
- Tidak ada dampak yang signifikan karena anggota tim sudah berkinerja tinggi.
Bagaimana keseimbangan antara perilaku direktif dan suportif berubah ketika seorang pemimpin bergerak dari gaya kepemimpinan S1 ke S4?
Bagaimana keseimbangan antara perilaku direktif dan suportif berubah ketika seorang pemimpin bergerak dari gaya kepemimpinan S1 ke S4?
Jika seorang anggota tim menunjukkan kompetensi tinggi tetapi kurang komitmen (D3), gaya kepemimpinan mana yang paling tepat, dan mengapa?
Jika seorang anggota tim menunjukkan kompetensi tinggi tetapi kurang komitmen (D3), gaya kepemimpinan mana yang paling tepat, dan mengapa?
Flashcards
Goal Setting
Goal Setting
Menentukan keselarasan apa yang harus dilakukan dan kapan.
Diagnosing
Diagnosing
Menentukan tingkat kompetensi dan komitmen anggota tim terhadap target.
Matching
Matching
Penggunaan gaya kepemimpinan yang bervariasi dan tepat, sesuai kebutuhan anggota tim.
D1: Pemula Antusias
D1: Pemula Antusias
Signup and view all the flashcards
D3: Kontributor Ragu
D3: Kontributor Ragu
Signup and view all the flashcards
Study Notes
Kepemimpinan Situasional
- Kepemimpinan situasional adalah tentang menemukan dan menyediakan apa yang dibutuhkan setiap anggota tim untuk mencapai potensi penuh mereka.
Pemimpin Terbaik vs Pemimpin Buruk
- Pemimpin terbaik menciptakan lingkungan dengan motivasi optimal.
- Pemimpin buruk menciptakan lingkungan tanpa motivasi.
- Pemimpin terbaik menghasilkan perilaku positif, well-being, intensi yang baik, perilaku yang benar dan hasil yang positif.
- Pemimpin buruk menghasilkan perilaku pemimpin yang buruk, well-being yang buruk, intensi buruk, perilaku buruk, dan hasil minimal.
3 Keterampilan Kepemimpinan Situasional
- Tiga keterampilan utama dalam kepemimpinan situasional meliputi penetapan tujuan, diagnosis, dan matching.
Penetapan Tujuan (Goal Setting)
- Penetapan tujuan melibatkan penyelarasan tentang apa yang harus dilakukan dan kapan.
SMART Goal Setting
- Specific: Sasaran harus jelas menunjukkan hasil akhir yang ingin dicapai.
- Measurable: Sasaran harus dapat diukur dengan mengacu pada Indikator Keberhasilan.
- Attainable: Sasaran harus realistis sehingga mungkin untuk dicapai.
- Relevant: Sasaran harus memiliki dampak yang berarti pada pencapaian sasaran unit/perusahaan.
- Time-bound: Pencapaian hasil sebaiknya dibatasi oleh jangka waktu.
- Sebuah SMART Goal berfokus pada pencapaian (hasil) kapan.
- Sebuah SMART Task berfokus pada menampilkan (aktivitas) bagaimana & kapan.
Mendiagnosis (Diagnosing)
- Mendiagnosis adalah menentukan kompetensi dan komitmen anggota tim terhadap target atau tugas.
- Tingkat perkembangan (Development Level) dapat diukur berdasarkan kompetensi dan komitmen.
Matching
- Matching berarti penggunaan gaya kepemimpinan yang variatif dan tepat, sesuai kebutuhan anak buah.
- Untuk match, Anda harus fleksibel.
- Flexibility: Penggunaan gaya kepemimpinan yang variatif dan tepat, sesuai kebutuhan anak buah.
Tingkat Perkembangan (Development Levels)
- D1 (Pemula yang Antusias): Kompetensi rendah, komitmen tinggi.
- D2 (Pembelajar yang Kecewa): Kompetensi rendah hingga sedang, komitmen rendah.
- D3 (Kontributor yang Mampu namun Ragu): Kompetensi sedang hingga tinggi, komitmen bervariasi.
- D4 (Pekerja Andal): Kompetensi tinggi, komitmen tinggi.
Kebutuhan Setiap Gaya Perkembangan (Development Style)
- D1: Pengakuan, tujuan SMART, jadwal, prioritas, kejelasan peran, batas otonomi, tahapan pembelajaran, arahan, contoh konkret, solusi untuk masalah, peluang untuk berlatih, akses ke sumber daya, umpan balik.
- D2: Pendengar yang baik, kejelasan tujuan dan peran, cara pandang, penjelasan "mengapa", kesempatan untuk terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, alternatif, arahan yang lebih jelas, pembinaan untuk memperbaiki kemampuan, umpan balik, jaminan kepastian dan dorongan.
- D3: Peluang menunjukkan kompetensi, mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran, menguji ide, pertanyaan tentang makna pekerjaan, dukungan, pendapat tentang ide (jika diminta), pengingat keberhasilan, pengakuan kompetensi, saran untuk membuat tujuan lebih menarik. Rekomendasi pengembangan diri: Public Speaking, tekhnik presentasi dan training be a winner.
- D4: Kepercayaan, peran sebagai kontributor/ahli, kesempatan untuk menjadi kreatif dan inovatif, otonomi/pengaruh, peluang untuk tumbuh, peluang untuk mengajari dan membimbing, sumber daya, penghargaan atas kontribusi.
Directive Leaders
- Perilaku kepemimpinan direktif mencakup aksi yang membentuk dan mengontrol "apa", "bagaimana", dan "kapan" suatu tugas.
- Directive Leadership Behaviors melibatkan menstruktur, mengatur, mengajar, memantau, dan mendefinisikan.
Perilaku Kepemimpinan Direktif
- Menetapkan tujuan yang SMART.
- Menampilkan dan menceritakan "bagaimana".
- Menyusun jadwal.
- Menyusun prioritas.
- Mengklarifikasi peran.
- Mengembangkan rencana aksi.
- Pemantauan kinerja.
Supportive Leaders
- Perilaku kepemimpinan suportif membangun rasa hormat dan saling percaya, yang meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri.
- Supportive Leadership Behaviors melibatkan memfasilitasi, meminta, mendorong, mendengarkan, dan menjelaskan.
Perilaku Kepemimpinan Suportif
- Mendengarkan
- Memfasilitasi pemecahan masalah mandiri
- Meminta masukan
- Memberikan alasan
- Mengakui dan mendorong
- Berbagi informasi tentang organisasi
- Berbagi informasi tentang diri-sendiri
4 Gaya Kepemimpinan
- S1 (Directing): Direktif tinggi, suportif rendah – "Aku akan memutuskan."
- S2 (Coaching): Direktif tinggi, suportif tinggi – "Mari kita bicara, aku akan memutuskan."
- S3 (Supporting): Direktif rendah, suportif tinggi – "Mari kita bicara, kamu yang memutuskan."
- S4 (Delegating): Direktif rendah, suportif rendah – "Kamu yang memutuskan."
Match & Mismatch
- Oversupervision terjadi saat S1 atau S2 digunakan untuk D3 atau D4.
- Undersupervision terjadi saat S3 atau S4 digunakan untuk D1 atau D2.
Re-Evaluasi
- Jika terjadi ketidaksepakatan tentang tingkat perkembangan (Development Level), lakukan:
- Penjelasan ulang tujuan.
- Meminta bukti pelaksanaan tugas dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan terkait - Membandingkan dengan kinerja orang lain yang sejenis. - Kaji ulang persepsi anak buah terkait tingkat perkembangan.
Implementasi Kepemimpinan Situasional
- Konsisten dengan peran tingkat pengembangan (development level).
- Mainkan peran kepemimpinan yang fleksibel dan merespon dengan gaya kepemimpinan yang sesuai.
Kunci Keberhasilan Kepemimpinan
- Untuk mencapai kesuksesan sebagai pemimpin, harus ada kesesuaian antara gaya kepemimpinan, tujuan, dan tingkat perkembangan.
Studying That Suits You
Use AI to generate personalized quizzes and flashcards to suit your learning preferences.
Related Documents
Description
Kepemimpinan situasional adalah tentang menyediakan kebutuhan anggota tim. Pemimpin terbaik menciptakan lingkungan dengan motivasi optimal. Tiga keterampilan utama meliputi penetapan tujuan, diagnosis, dan matching.